Sekilas Kegiatan Kami

News & Updates

Rabu, 24 September 2014

Teknik Pertolongan Pertama Gawat Darurat

Mengingat begitu pentingnya bekal keterampilan pertolongan pertama bagi para kader kesehatan seperti SBH, maka hari ini SBH Sri Tanjung melatih pribadi para anggotanya untuk lebih jauh mengenal mengenai PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Bersama kakak-kakak perawat dari Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi sebagai instruktur, kegiatan ini mampu menggugah semangat anggota SBH untuk lebih memacu keterampilannya di bidang kesehatan.

Instruktur dari Universitas Bakti Indonesia ketika memberikan materi PPGD

Berikut materi yang disampaikan.

PPGD
Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) ialah suatu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Dengan semakin kompleksnya kehidupan kita dan lingkungannya, maka PPGD sudah menjadi satu kebutuhan yang sangat penting.


Metode Evaluasi Korban
Airway
Apakah jalan udara (pernapasan) terbuka atau terhalang? (oleh debu, air, atau darah kering).
Breating
Apakah korban bernapas? Lihat, dengar dan rasakan hembusan nafas si korban.
Circulation
Apakah ada denyut nadi? Apakah ada pendarahan luar? Periksa perubahan warna kulit si korban dan suhu tubuh sebagai indikasi adanya masalah peredaran darah.


Korban Tidak Sadar
- Hubungi 118
- Baringkan korban dan berlututlah di sebelahnya, tegak lurus dengan bahu korban.
- Periksa pernapasannya dengan Lihat - Dengar – Rasakan selama 5 – 10 detik.
- Jika korban tidak bernapas, segera lakukan pernapasan bantuan dari mulut ke mulut.
- Ketika korban bernapas lagi, miringkan dia dalam posisi pemulihan.
- Luruskan kaki korban, kemudian silangkan salah satu tangannya ke bahu, tekukkan salah satu kakinya yang terdekat dengan Anda.
- Gulirkan korban dengan mendorong bahu dan pinggul (untuk menghindari kemungkinan cedera di tulang belakang) menjauhi Anda.
- Tempatkan lengan yang dinaikkan ke atas sebagai penopang atau bantal kepalanya


Pemindahan Korban
- Berdirilah di samping korban; di sisi tubuh yang terluka. Namun, jika tangan atau bahu yang terluka, berdirilah disisi tubuh yang lain.
- Rangkulkan tangan Anda ke belakang korban dan pegang pinggulnya.
- Rangkulkan tangan korban ke pundak Anda dan sanggalah korban dengan bahu Anda.
- Pegang tangannya. Pindahkan korban perlahanlahan. Melangkah dengan kaki bagian dalam terlebih dahulu.
Catatan: Jika tidak ada tandu maka membungkuk dan berjongkoklah di kaki korban; pegang pergelangan kakinya dengan erat; seret korban perlahan-lahan menjauhi dari bahaya, Ketika Anda menyeret korban, usahakan tubuh korban tetap rata dengan tanah.


Memindahkan Korban yang Sadar
- Berdirilah di samping korban; di sisi tubuh yang terluka. Namun, jika tangan atau bahu yang terluka, berdirilah disisi tubuh yang lain.
- Rangkulkan tangan Anda ke belakang korban dan pegang pinggulnya.
- Rangkulkan tangan korban ke pundak Anda dan sanggalah korban dengan bahu Anda.
- Pegang tangannya. Pindahkan korban perlahanlahan. Melangkah dengan kaki bagian dalam terlebih dahulu.

Cara Penanganan Fraktur
- Jika memungkinkan, segera panggil dokter.
- Cegah kerusakan lebih lanjut dengan memakaikan bidai.
- Jika terjadi pendarahan tekanlah dengan keras pembuluh darah yang berdarah dengan pembalut yang bersih.
- Gunting atau lepaskanlah pakaian si korban
- Jika ada tulang yang menonjol keluar dari kulit, tutupilah dengan kain dan pakaikan sebuah bidai.
- Jika merasa ragu apakah ada fraktur atau tidak, sebaiknya ambil aman saja, pakaikanlah sebuah bidai

Pertolongan Pada Korban Pendarahan
Perdarahan adalah peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan.kerusakan ini bisa disebabkan oleh benturan fisik, sayatan, atau pecahnya pembuluh darah yang tersumbat.
Catatan : Bila perdarahan ini tidak diatasi dengan segera maka nyawa korban dapat terancam maut dengan tanda awal menjadi lemah, syok, dan akhirnya meninggal.


PENANGANAN PADA PENDARAHAN
Perlindungan terhadap infeksi :
a. Pakai APD (alat perlindungan diri) agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban
b. Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan
c. Cucilah tangan segera setelah selesai merawat
d. Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban

Pendarahan Besar:
a.  Jangan buang waktu mencari penutup muka
b.  Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan).
c.  Bila tidak berhenti maka tinggikan bagian tersebut lebih tinggi dari jantung , bila masih belum berhenti maka lakukan penekanan pada titik-titik tekan.
d.  Pertahankan dan tekan cukup kuat
e.  Pasang pembalut penekan.

Pendarahan Ringan atau Terkendali
a. Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka
b. Tekan sampai perdarahan terkendali
c. Pertahankan penutup luka dan balut
d. Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama

Pendarahan Terbuka
Tindakan penanganan korban kecelakaan
1. Tekanan Langsung pada Cedera
2. Elevasi
3. Tekanan pada titik nadi
4. Immobilisasi
5. Torniquet
6. Kompres dingin

Pendarahan Tertutup
- Memar disertai nyeri tubuh
- Pembengkakan terutama di atas alat tubuh penting
- Cedera pada bagian luar 
- Nyeri, bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak
- Nyeri bila ditekan atau kekakuan pada dinding perut, dinding perut membesar
- Muntah darah
- Buang air besar berdarah, 
- Luka tusuk khususnya pada batang tubuh
- Darah atau cairan mengalir keluar dari hidung atau telinga
- Batuk darah
- Buang air kecil bercampur darah
- Gejala dan tanda syok.

Penanganan Korban Pendarahan
1. Baringkan korban
2. Pertahanan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi
3. Berikan oksigen bila ada
4. Periksa pernafasan dan nadi secara berkala
5. Rawat sebagai syok
6. Jangan memberikan makan atau minum
7. Jangan lupa mengenai cedera atau gangguan lainnya
8. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat
Rest
Korban diistirahatkan dan dibuat senyaman mungkin
Ice
Bagian yang luka dikompres es sehingga darahnya membeku. Darah yang membeku ini lambat laun akan terdegradasi secara alami melalui sirkulasi dan metabolisme tubuh.
Commpression
Bagian yang luka dibalut dengan kuat untuk membantu mempercepat proses penutupan lubang/bagian yang rusak pada pembuluh darah
Elevation
Kaki dan tangan korban ditinggikan sehingga lebih tinggi dari jantung.

Lihat video dokumenternya di sini.

Selasa, 23 September 2014

Semangat SBH di Hari Proklamasi


Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-69, sudah sepatutnya sebagai kader kesehatan dengan semangat Dasadarma dan Pancasila, SBH Sri Tanjung ikut andil dalam usaha mengisi kemerdekaan. Selain merupakan tugas wajib sebagai anak bangsa, usaha mengisi kemerdekaan sejatinya merupakan sarana bagi pemuda untuk berkarya.


Tahun ini Sri Tanjung berpartisipasi kembali dalam kegiatan gerak jalan. Seperti 2 tahun silam, gerak jalan kali ini juga tidak lepas dari tema kesehatan. Berpenampilan ala tim medis, sangga SBH menghentakkan kakinya di atas jalan Kota Pesanggaran. Berpacu dengan waktu menempuh jarak 7 km, berbekal semangat yang menggebu dan dua kaki kokoh yang terus melangkah. Hingga pada akhirnya partisipasi ini terselesaikan dalam waktu 2 jam dengan kondisi fisik yang telah terkuras namun berhias senyum lepas para laskar SBH.

SBH dengan PMR dari beberapa sekolah SMA/ MA/ SMK
Tidak hanya itu, laskar SBH juga masih terus berpartisipasi aktif sebagai tim medis upacara kemerdekaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Menggandeng PMR dari beberapa sekolah, tugas SBH Sri Tanjung sebagai kader kesehatan kian menunjukkan keselarasannya dalam merangkul kalangan sebaya untuk ikut peduli pada semangat kesehatan. Kini tinggal menunggu masa satu tahun ke depan lagi dan kami akan selalu siap untuk menularkan semangat sehat bagi internal, lingkungan, maupun masyarakat.

Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Jumat, 18 Juli 2014

Nikmatnya Buka Bersama Dengan Menu yang Sehat

Ramadhan hampir mencapai penghujung. Hampir satu bulan penuh tubuh kita menjadi pahlawan dalam memerangi berbagai kondisi yang menuntut diri kita untuk tetap segar walaupun dengan kondisi perut kosong seharian. Tentunya sangat perlu sekali untuk mengetahui bagaimana perencanaan menu yang baik agar status gizi kita tetap terjaga walaupun pemenuhannya hanya pada waktu malam hari saja. Hal inilah yang menjadi agenda kegiatan ramadhan SBH Sri Tanjung 1 minggu yang lalu.

Anggota SBH Sri Tanjung saat buka bersama
Menjelang buka bersama, anggota SBH Sri Tanjung mencoba mengulas secara singkat mengenai perencanaan menu yang baik. Dengan sampel satu porsi menu buka bersama sebagai media ulasan. Sampel ini digunakan sebagai contoh perencanaan menu 1 hari.

Pada bulan Ramadhan, perencanaan menu yang baik harus tetap memenuhi kaidah makanan seimbang sebagai pedoman. Meskipun porsi menu utama hanya dikonsumsi ketika berbuka dan sahur saja, namun tetap harus memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi sebagai sumber energi, pembangun, dan pengatur. Berikut ini adalah contoh perencanaan menu 1 hari di bulan Ramadhan.
a. Buka puasa :
1) Sebelum sholat Magrib
- Salad buah 300 gram 1 porsi.
2) Sesudah sholat Magrib
- Nasi 200 gram 1,5 gelas.
- Pecak lele 80 gram 1 potong sedang
- Tumis tempe 50 gram 3 potong
- Sayur asem 100 gram 1 mangkuk
- Lalap + sambal
- Semangka 360 gram 2 potong sedang
3) Sesudah sholat tarawih
- Roti tawar 70 gram 3 iris
- Telur dadar 25 gram 0,5 butir
4) Sahur
- Nasi 200 gram 1,5 gelas
- Semur daging 35 gram 1 potong sedang
- Tahu bumbu
- Rujak 110 gram 1 buah besar
- Tumis kangkung + taoge 100 gram 1 mangkuk
- Pisang raja 50 gram 1 buah
Perencanaan menu tersebut adalah perencanaan menu standard yang dapat dikonsumsi guna menjaga status gizi kita agar tetap dalam kondisi baik.

"Lalu bagaimana jika bahan-bahan di atas nggak ada? Kan susah cari-cari daging?"

SBH Sri Tanjung ketika mengulas tentang perencanaan menu
"Nggak usah khawatir". Kita dapat dapat menggantikannya dengan makanan-makanan nabati. Sebagai contoh protein dan lemak dari pecek lele dapat kita gantikan dengan kacang-kacangan atau buah alpukat. Lalu zat besi dan protein dari semur daging dapat kita gantikan dengan brokoli atau bayam ditambah susu kedelai. Tapi, jika memungkinkan, sesekali harus makan makanan hewani ya. Sebab kandungan kalori pada makanan hewani secara umum jauh lebih besar dibandingkan makanan nabati. Selain itu, juga terdapat beberapa zat pada makanan nabati yang tidak terdapat pada makanan hewani.

Jadi, meskipun puasa, harus tetap dipenuhi ya gizinya. Jangan jadikan puasa kalian sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan selalu beranggapan bahwa tubuh kalian lebih lemah ketika berpuasa.

Sehat ada karena SBH jaya!
Salam Pramuka!

Rabu, 16 Juli 2014

Gizi Seimbang atau 4 Sehat Lima Sempurna?

Anggota SBH Sri Tanjung ketika menjelaskan tentang gizi sembang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengar istilah 4 sehat 5 sempurna. Istilah ini menjadi istilah wajib yang perlu diajarkan sebagai pedoman pemenuhan status gizi seseorang. Namun jangan heran jika istilah ini ternyata salah. Lho, kok bisa? Mari simak ulasan berikut.

Para ahli gizi menilai pedoman ini salah karena makanan 4 sehat 5 sempurna tidak dapat diterapkan kepada orang-orang dengan alasan beberapa faktor. Faktor-faktor ini di antaranya adalah:
- Ekonomi
- Sosial budaya
- Kondisi kesehatan
- Umur
- Berat badan
- Aktivitas
- Kebiasaan makan
- Ketersediaan pangan setempat
Beberapa faktor di atas sangat mempengaruhi tingkat pemenuhan gizi seseorang. Sehingga tidak serta merta makanan 4 sehat 5 sempurna dapat dikonsumsi begitu saja.

Pemaparan Kak Anggung mengenai gizi seimbang
Sudah banyak sekali media yang membahas mengenai kesalahkaprahan ini. Di antaranya adalah seperti yang dibahas di situs kompas.com. Pedoman makanan 4 sehat 5 sempurna harus diganti dengan istilah yang tepat. Maka dari itu kini kita mengenal istilah gizi seimbang. Pedoman mengenai gizi seimbang ini telah ditetapkan dengan istilah baku yakni PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang). Dengan begini maka kita tak akan salah dalam usaha memperbaiki status gizi.

Materi mengenai gizi seimbang ini dapat didownload DI SINI. Di dalamnya juga terdapat kuis-kuis seru yang telah kami susun berdasarkan agenda kegiatan mengenai gizi seimbang beberapa waktu lalu.

Sehat ada karena SBH jaya!
Salam Pramuka!!!

Selasa, 15 Juli 2014

Pelantikan Saka Bakti Husada Periode VIII

Alhamdulillah... Akhirnya kegiatan pelantikan anggota baru Saka Bakti Husada Sri Tanjung Kwartir Ranting Pesanggaran, Banyuwangi berjalan lancar. Kegiatan pelantikan sukses dilaksanakan dengan serangkaian kegiatan yang terangkum dalam perkemahan Sabtu-Minggu. Melibatkan Saka Bahari dan Saka Wirakartika, kegiatan pelantikan ini menjadi cermin kesatuan Gerakan Pramuka meskipun terdiri dari berbagai macam Satuan Karya Pramuka.

Outbond, pengikis kesenjangan antar anggota
Pemantapan mental, fisik, dan spiritual calon anggota baru adalah fokus pada kegiatan pelantikan. Dengan bekal mental, fisik, dan spiritual yang baik, anggota baru Saka Bakti Husada nantinya diharapkan mampu berperan aktif dalam implementasi kegiatan kesakaan yang merupakan tujuan utama Satuan Karya Pramuka. Implementasi kegiatan Saka Bakti Husada dengan sasaran utama lingkungan sekitar memang membutuhkan kader-kader kesehatan dengan kepribadian yang telah tertata. Maka tidak mungkin jika tantangan berat yang ada di masyarakat saat ini dapat teratasi dengan rendahnya semangat anggota.

Serah terima jabatan SBH rotasi VII ke rotasi VIII

Penyegaran
Jabat penutup kegiatan
Sedikitnya terdapat 4 agenda penting yang telah terlaksana dalam rangka pembinaan sikap-sikap kader kesehatan di atas. Pembinaan jiwa spiritual melalui sharing keagamaan, pembinaan mental melalui kegiatan penggalian mimpi dan motivasi, pembinaan fisik melalui kegiatan jelajah malam, serta disempurnakan dengan kegiatan outbond dalam rangka pengikisan kesenjangan antar anggota. Dengan metode terjadwal dan tanpa duga, pembinaan ini mampu memberikan nilai baru kepada calon anggota. Bahkan tidak sedikit pula anggota kepanitiaan ikut merasakan nilai ini di dalam jiwa mereka.

Hingga sampai pada penutup kegiatan, akhirnya pelantikan anggota baru Saka Bakti Husada ini dapat menjadi bahan pelajaran sekaligus renungan bagi anggota terlantik untuk terus meningkatkan kemampuan dan disiplin diri demi mewujudkan cita-cita organisasi. Dampak peningkatan sikap inilah yang diharapkan mampu berguna bagi keluarga maupun lingkungan. Sehingga kesakaan benar-benar mampu menjadi wadah pembinaan bakat dan minat yang positif bagi anggota.

Motivasi kecil pada penutupan kegiatan
Serah terima jabatan rotasi VII ke rotasi VIII mewarnai penutupan kegiatan ini. Begitu pula dengan penyematan badge, sumpah janji anggota, penyegaran, dan jabat perpisahan akhir kegiatan.
Kepanitiaan yang juga melibatkan Saka Bahari dan Saka Wirakartika

Senin, 14 Juli 2014

Teknik Evakuasi Pada Pertolongan Pertama Gawat Darurat

Ketika terjadi suatu kecelakaan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengenai bagaimana sikap kita sebagai kader kesehatan mengatasi masalah yang ada. Sikap tanggap namun tenang tetap harus dijaga dalam melaksanakan tindakan PPGD terhadap korban. Hal serupa juga harus kita lakukan ketika berada pada kondisi bencana di suatu wilayah.
Salah satu hal yang perlu dilakukan ketika kita dihadapkan pada situasi-situasi seperti ini adalah pertolongan terhadap korban. Penempatan korban pada wilayah aman adalah prioritas penting setelah melakukan tindakan-tindakan pencegahan kematian seperti pemeriksaan tanda-tanda vital dan pada kondisi lebih lanjut adalah resusitasi.
Nah, untuk dapat melakukan transportasi korban dengan benar, tentunya diperlukan teknik-teknik tertentu agar pemindahan benar-benar mampu memberikan kondisi kepada korban yang lebih baik, bukan malah memperburuk keadaan karena teknik yang salah. Apalagi jika kita dihadapkan dengan tenaga penolong dengan jumlah yang variatif. Tentu tidak akan sama teknik pemindahan/ transportasinya ketika kita bersama 2 penolong yang lain, 1 penolong yang lain, atau bahkan sendiri.
Nah, hari ini kita akan belajar teknik-teknik transportasi PPGD dengan jumlah penolong yang beragam. Sesuai dengan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu yang bersamaan dengan kunjungan Kak Anas Ansori dari Saka Wana Bakti Sempu, teknik-teknik ini dapat dipaparkan sebagai berikut:
1 PENOLONG
a) Korban Tidak Sadar
- Teknik sampir bahu (korban dalam kondisi tengkurap)
Teknik ini dilakukan ketika sudah dipastikan bahwa korban tidak mengalami patah tulang, urai sendi, atau cedera semacamnya. Jika korban mengalami patah tulang punggung, maka teknik ini jangan dilakukan. Sebab hanya akan menyebabkan kondisi korban semakin fatal.

Teknik sampir bahu (korban dalam kondisi terlentang)
Teknik ini juga dilakukan pada kondisi yang sama seperti pada teknik kondisi korban tengkurap.

- Korban berada di dalam reruntuhan gedung
Teknik ini lebih sering dipakai ketika kondisi kebakaran yang terjadi di dalam gedung. Prioritas utama adalah korban yang kita tolong, sehingga posisi penolong harus berada di atas korban untuk melindungi tubuh korban dari reruntuhan.

- Teknik membopong
Jika korban adalah anak-anak, maka teknik ini bisa digunakan karena lebih praktis dibandingkan dengan teknik-teknik lainnya. Namun jika penolong memiliki tenaga yang lebih, teknik ini pun bisa dilakukan untuk korban orang dewasa.

- Tenaga penolong yang lemah
Ketika kita tidak memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan pertolongan terhadap korban, secara darurat kita dapat memindahkan korban ke tempat yang aman. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko terjadinya kondisi yang lebih darurat dibandingkan jika korban berada pada wilayah bencana.
Kita dapat menggunakan tangan kosong maupun alat seadanya sebagai fasilitas pendukung. Alat yang digunakan dapat berupa kain atau selimut. Usahakan untuk memilih kain yang tebal untuk meminimalisir luka ketika tubuh korban bergesekan dengan tanah/ ground. Teknik ini hanya layak dilakukan untuk pemindahan korban pada jarak yang relatif dekat.
Tarikan bahu
Tarikan lengan
Tarikan kain
Tarikan selimut


b) Korban Sadar
- Teknik sampir bahu
Jika korban tidak mengalami patah tulang punggung, kaki, maupun lengan, teknik ini dapat dilakukan. Teknik ini dipakai ketika korban dalam kondisi yang sangat lemah yang membutuhkan pertolongan dengan segera.

- Teknik gendong
Jika korban dalam kondisi lemah dan tidak mampu untuk berjalan, penolong dapat menggunakan teknik ini.












- Teknik memapah
Jika korban masih mampu berjalan namun dengan kondisi yang lemah, maka penolong diajurkan memilih teknik ini. Teknik ini juga disarankan bagi penolong yang tidak memiliki cukup tenaga untuk mengangkat korban.












- Teknik mempopong
Teknik ini sama seperti teknik membopong pada korban tidak sadar. Hanya saja korban diminta untuk meletakkan tangan sebelah kirinya pada leher/ atas bahu kiri penolong agar tidak menyulitkan penolong dalam melakukan pemindahan.












2 PENOLONG
a) Korban Tidak Sadar
- Teknik angkat langsung
Teknik ini adalah teknik umum yang digunakan ketika kita tak menemukan alat apapun untuk proses evakuasi korban. Caranya adalah dengan melipatkan kedua tangan korban ke dada, lalu tangan kanan penolong 1 memegang lengan kanan bawah dan tangan kiri memegang lengan kiri bawah korban. Sedangkan penolong 2 memegang bagian lutut korban.

- Evakuasi menggunakan kursi
Teknik ini lebih praktis dan akan mempermudah penolong dalam melakukan evakuasi.

b) Korban Sadar
- Teknik memapah
Teknik ini dilakukan jika korban masih mampu berjalan namun dengan kondisi fisik yang sangat lemah.

- Duduk 2 tangan
Teknik ini dilakukan jika korban sama sekali tak mampu berjalan. Kondisi korban dengan cedera kaki pada bagian bawah juga lebih tepat menggunakan teknik evakuasi ini.

- Duduk 4 tangan
Teknik ini digunakan pada kasus sama seperti teknik pada evakuasi duduk 2 tangan.
3 PENOLONG
Teknik 3 penolong atau lebih, secara umum diprioritaskan bagi korban tak sadar. Selebihnya, untuk mengatasi jarak evakuasi yang jauh, maka digunakan alat bantu berupa tandu dan peralatan-peralatan lain dengan jumlah penolong variatif. Berikut macam-macam teknik evakuasi dengan 3 penolong:
- 3 penolong pada satu sisi korban
Teknik ini adalah yang paling sering digunakan pada evakuasi korban dengan 3 penolong. Posisi penolong pada 1 sisi menjadikan perjalanan evakuasi lebih terarah. Kekompakan dan koordinasi tim menjadi penentu berhasilnya teknik evakuasi ini. Jika penguncian korban benar, maka korban tidak akan terasa berat.
- 3 penolong berhadapan
Teknik ini digunakan ketika kondisi penolong memiliki tinggi badan yang tidak sama. Penolong berhadapan pada kedua sisi korban dengan tangan penolong saling berpegangan di bawah tubuh korban.

4 PENOLONG
Jika jumlah penolong lebih banyak, maka proses evakuasi akan lebih baik. Beban korban akan semakin berkurang dan akurasi dalam proses evakuasi pun semakin baik. Tekniknya adalah dengan saling berpegangan tangan di bawah tubuh korban dengan posisi penolong saling berhadapan.

6 PENOLONG
Jika korban memiliki berat badan yang cukup besar, maka dapat dilakukan evakuasi dengan 6 penolong. Tekniknya sama seperti evakuasi dengan 4 penolong.

Senin, 07 April 2014

Tim Medis yang Melayang di Udara

Dalam rangka meningkatkan keterampilan sebagai tim medis, Saka Bakti Husada Sri Tanjung Kwartir Ranting Pesanggaran menyelenggarakan kegiatan repling. Bekerja sama dengan tim MD Climbing Center Kedungrejo, kegiatan ini cukup menarik antusias anggota Saka Bakti Husada untuk terus meningkatkan kualitas dan keterampilan kridanya, khususnya pada SKK Gawat Darurat.

Tanggap dan sigap pada kondisi darurat memang harus menjadi syarat utama bagi para kader kesehatan. Sebagai satuan karya yang membidangi hal ini, maka sudah bukan hal yang tabu lagi untuk harus memiliki sikap ini. Sebab hal ini akan menjadi kebutuhan penting bagi tim medis Saka Bakti Husada ketika sewaktu-waktu melakukan pertolongan terhadap korban, juga pada kondisi bencana. Sikap berani bertindak yang dibarengi dengan sikap tenang adalah kunci pokok dalam hal ini, Untuk itulah maka diperlukan latihan khusus agar dapat menempatkan sikap ini pada kondisi yang tepat nantinya.

Dalam kondisi nyata, keterampilan repling ini sendiri juga diperlukan pada saat proses evakuasi korban. Tim Brigade Penolong menyebut ini dengan istilah Pertolongan Pertama Gawat Darurat secara vertikal atau biasa disingkat PPGD vertikal. Brigade Penolong yang juga merupakan organisasi khusus beranggotakan para insan Pramuka dan Satuan Karya ini, mengapresiasikan PPGD vertikal sebagai kebutuhan penting bagi anggota Gerakan Pramuka. Seringkali materi-materi pioneering seperti repling, wall climbing dan flying fox menjadi materi wajib yang perlu diberikan kepada anggotanya. Jadi sudah tentu menjadi barang penting pula bagi Saka Bakti Husada yang nyata-nyata memiliki SKK Gawat Darurat pada salah satu kridanya.

Akhirnya, kegiatan yang juga mengikutsertakan Himpunan Siswa Pecinta Alam (HISPALA) SMAN 1 Pesanggaran ini diakhiri dengan senyum lepas dan semangat antusias para pesertanya. Terjalinnya silaturrahmi antara insan Pramuka dan Pecinta Alam menjadi momen berharga yang tak terlupakan. Semoga saja Saka Bakti Husada dapat terus mengembangkan sayapnya dan merangkul semua pihak demi terciptanya semangat sehat untuk seluruh khalayak.

Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Sabtu, 05 April 2014

Radikal Bebas dan Antioksidan

Kita tahu bahwa radikal bebas merupakan faktor negatif yang berpengaruh besar terhadap timbulnya berbagai macam gangguan kesehatan. Mulai dari masalah ringan sampai kronis. Lalu kenapa harus radikal bebas? Apa sih sebetulnya radikal bebas ini? Inilah beberapa alasan yang menyebabkan kita perlu sekali mempelajari tentang radikal bebas:
1. Radikal bebas merupakan faktor berbahaya yang tingkat bahayanya melebihi bakteri atau kuman
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, atau merupakan hasil pemisahan homolitik suatu ikatan kovalen (baca di Wikipedia). Molekul ini akan memerlukan pasangan agar strukturnya menjadi seimbang. Akibatnya, ia akan sangat mudah sekali bereaksi dengan molekul-molekul lainnya.
Nah, karena sifatnya yang agresif inilah menjadikan radikal bebas menjadi faktor yang berbahaya, lebih bahaya dari kuman/ bakteri. Bakteri hanya bersifat parasit. Ia menempatkan dirinya secara statis pada suatu individu. Jenis lainnya hanyalah bakteri sporadis yang memanfaatkan sporanya untuk melangsungkan daur hidupnya.Bandingkan dengan radikal bebas. Ia menempati ruang-ruang udara kita sebagai media kehidupan utama kita. Ketika ia telah sampai pada sel-sel tubuh kita, ia dapat saja dengan mudah mengubah struktur DNA dalam sel. Ketika sistem imun tak mampu lagi menangani jumlah radikal bebas yang mengutak-atik struktur DNA kita, maka mulailah tubuh kita mengalami beberapa perubahan yang mengerikan.
2. Radikal bebas merupakan faktor utama bagi timbulnya kanker
Struktur DNA yang telah dirubah oleh radikal bebas, bisa saja diperbaiki kembali oleh tubuh. Namun ketika struktur DNA yang dirubah cukup banyak karena banyaknya pula jumlah radikal bebas yang menyerang tubuh, maka terjadilah ketidaknormalan pada sel-sel tubuh kita. Ketidaknormalan iniliah yang disebut sebagai mutasi. Salah satu bentuk mutasi yang mudah kita lihat ialah tumor. Tumor terjadi karena sel-sel tubuh berkembang secara tidak normal. Ketika tumor ini telah sampai pada tahap kronis, maka timbullah kanker yang kebanyakan mematikan penderitanya.
3. Radikal bebas mempercepat penuaan
Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh manusia. Sel-sel tubuh yang rusak bisa saja digantikan dengan sel-sel baru. Namun ketika jumlah radikal bebas yang ada terlalu besar, maka tentu saja proses pembaharuan sel tidak akan seimbang dengan cepatnya proses perusakan sel. Karena banyaknya sel-sel mati dalam tubuh manusia inilah yang menyebabkan penuaan semakin cepat.

Lalu bagaimana cara menangkal radikal bebas?
Salah satu cara menangkal radikal bebas yang paling efektif ialah dengan cara meningkatkan sistem imun. Sistem imun bisa didapat melalui konsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Zat antioksidan inilah yang mampu melawan radikal bebas. Dalam vitamin, maka kita akan menjadikan vitamin C dan E sebagai produsen antioksidan profesional. Pasalnya, dari keenam vitamin yang ada, hanya kedua vitamin inilah yang menghasilkan zat antioksidan. Lainnya tidak.

Trus, bagaimana caranya agar tahu makanan ini dan itu mengandung antioksidan?
Mudah. Teknik sederhana berikut inilah yang dipakai SBH Sri Tanjung untuk mengetahui kandungan antioksidan pada makanan/ minuman:

1. Ambil setengah gelas air
2. Teteskan betadine hingga warna air berubah menjadi kecoklatan
3. Masukkan zat makanan yang ingin diuji. Jika makanan/ minuman mengandung antioksidan, maka warna air akan berubah menjadi jernih. Jika tidak, ia akan tetap pada keadaannya.
Pada percobaan ini, SBH Sri Tanjung menggunakan jeruk, apel, dan tablet vitamin C untuk diuji. Hasilnya, tingkat kandungan antioksidan tertinggi dapat diurutkan mulai dari tablet vitamin C --> jeruk -->apel. Percobaan lain yang juga diujikan ialah mengenai pengaruh antioksidan terhadap proses oksidasi buah apel. Hasilnya cukup memuaskan.

Semoga dengan sesuatu yang sederhana ini dapat menjadi bekal dasar bagi anggota Gerakan Pramuka untuk melindungi dirinya dari berbagai serangan berbahaya di luar tubuhnya yang tak mereka ketahui secara kasat mata. Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Senin, 17 Maret 2014

Deteksi Dini Meningitis Dengan Pemeriksaan Rangsang Meningeal

Pemeriksaan rangsang meningeal dengan cara Brudzinski I
Kita tahu bahwa meningitis merupakan penyakit berbahaya yang siapapun dapat menjadi sasaran penyakit ini. Pasalnya meningitis menyerang bagian vital manusia yakni sistem saraf pusat, dalam hal ini adalah otak dan sumsum tulang belakang.
Sama seperti penyakit pada umumnya, meningitis juga ditandai dengan beberapa gejala sebelum benar-benar sampai pada tahap kronis. Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita sebagai insan Bakti Husada pada khususnya dan insan Pramuka pada umumnya mengetahui gejala-gejala ini untuk langkah penanganan dini.
Pemeriksaan rangsang meningeal dengan cara Kernig
Untuk melaksanakan langkah ini, kita dapat melakukan pemeriksaan rangsang meningeal. Pemeriksaan sederhana ini setidaknya dapat digunakan untuk mengetahui 6 tanda seseorang yang positif menderita meningitis. Berikut cara pemeriksaannya:

1.Brudzinski I
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada.  
  • Memutar kepala pasien ke samping kanan kiri serta menoleh ke kanan kiri apakah ada tahanan untuk mengecek adanya gejala ekstrapiramidal atau spasme otot selain tanda meningeal. 
  • Memegang kepala penderita dengan tangan kiri dan kanan, kemudian memfleksikan kepala dagu penderita ke arah sternum/ dada penderita apakah ada tahanan atau nyeri di leher. Pada kondisi normal dagu dapat menyentuh dada
Hasil:
  • Kaku kuduk positif jika dagu tidak dapat menyentuh dada. 
  • Brudzinski positif jika bersamaan dengan pemeriksaan kaku kuduk terlihat fleksi sejenak pada tungkai bawah.
2.Brudzinsky II
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Memfleksikan salah satu kaki lurus pada sendi panggul maksimal.
Hasil:
Positif jika terlihat adanya fleksi kaki kontralateral (yang tidak mengalami parese)
3.Brudzinsky III
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Menekan kadua pipi atau infra orbita pasien dengan kedua tangan pemeriksa
Hasil:
Positif jika bersamaan dengan pemeriksaan terdapat fleksi pada kedua lengan.
4.Brudzinsky IV
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Menekan tulang pubis penderita dengan tangan pemeriksa. 
Hasil:
Positif jika bersamaan dengan pemeriksaan terlihat fleksi pada kedua tungkai bawah.
5.Kernig
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Memfleksikan paha pada sendi panggul dan lutut 90 derajat. 
  • Ekstensikan tungkai bawah pada sendi lutut, normalnya dapat mencapai 135 derajat. 
Hasil: 
Positif jika ada tahanan atau nyeri dan sudut tidak mancapai 135 derajat.

Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Rabu, 19 Februari 2014

Penyuluhan Gizi Oleh Saka Bakti Husada Sri Tanjung

Dalam mewujudkan perannya, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kompetisi penyuluhan gizi bagi kalangan remaja. Kompetisi ini bertujuan untuk membangkitkan kepedulian para remaja terhadap arti penting gizi dalam lingkungannya. Sebab kita tahu, saat ini banyak sekali jajanan untuk konsumsi anak seusia remaja amatlah mencemaskan. Belum lagi kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi keluarga yang amat kurang. Diharapkan peserta dalam penyuluhan ini dapat menularkan apa yang didapatnya dari hasil penyuluhan kepada lingkungannya.

Tentu saja, sebagai wadah bagi para pemuda dan remaja, Saka Bakti Husada Sri Tanjung turut serta dalam kegiatan ini. SBH Sri Tanjung mengusung tema tentang makanan seimbang dalam penyuluhannya. Tema ini bertujuan untuk menepis anggapan bahwa makanan 4 sehat 5 sempurna adalah konsep yang tepat dalam proses pemenuhan gizi, padahal salah. Sekelumit tentang pentingnya ASI eksklusif dan garam iodium juga disampaikan dalam penyuluhan ini.

Alhasil, tema yang memang cukup fenomenal di masyarakat ini mendapat sambutan baik dari dewan juri. Dari ketiga delegasi SBH Sri Tanjung yang terpilih, masing-masing mendapat juara II, III, dan harapan II. Cukup menjadi prestasi yang membanggakan bagi SBH Sri Tanjung sendiri.


Dalam kegiatan ini, diadakan pula kegiatan minum susu gratis yang disponsori oleh salah satu merk susu rendah kalori. Donor darah juga ikut memberikan warna lain dalam kegiatan ini. Hingga kegiatan ditutup oleh sambutan dari Ketua PERSAGI Banyuwangi.