Sekilas Kegiatan Kami

News & Updates

Jumat, 18 Juli 2014

Nikmatnya Buka Bersama Dengan Menu yang Sehat

Ramadhan hampir mencapai penghujung. Hampir satu bulan penuh tubuh kita menjadi pahlawan dalam memerangi berbagai kondisi yang menuntut diri kita untuk tetap segar walaupun dengan kondisi perut kosong seharian. Tentunya sangat perlu sekali untuk mengetahui bagaimana perencanaan menu yang baik agar status gizi kita tetap terjaga walaupun pemenuhannya hanya pada waktu malam hari saja. Hal inilah yang menjadi agenda kegiatan ramadhan SBH Sri Tanjung 1 minggu yang lalu.

Anggota SBH Sri Tanjung saat buka bersama
Menjelang buka bersama, anggota SBH Sri Tanjung mencoba mengulas secara singkat mengenai perencanaan menu yang baik. Dengan sampel satu porsi menu buka bersama sebagai media ulasan. Sampel ini digunakan sebagai contoh perencanaan menu 1 hari.

Pada bulan Ramadhan, perencanaan menu yang baik harus tetap memenuhi kaidah makanan seimbang sebagai pedoman. Meskipun porsi menu utama hanya dikonsumsi ketika berbuka dan sahur saja, namun tetap harus memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi sebagai sumber energi, pembangun, dan pengatur. Berikut ini adalah contoh perencanaan menu 1 hari di bulan Ramadhan.
a. Buka puasa :
1) Sebelum sholat Magrib
- Salad buah 300 gram 1 porsi.
2) Sesudah sholat Magrib
- Nasi 200 gram 1,5 gelas.
- Pecak lele 80 gram 1 potong sedang
- Tumis tempe 50 gram 3 potong
- Sayur asem 100 gram 1 mangkuk
- Lalap + sambal
- Semangka 360 gram 2 potong sedang
3) Sesudah sholat tarawih
- Roti tawar 70 gram 3 iris
- Telur dadar 25 gram 0,5 butir
4) Sahur
- Nasi 200 gram 1,5 gelas
- Semur daging 35 gram 1 potong sedang
- Tahu bumbu
- Rujak 110 gram 1 buah besar
- Tumis kangkung + taoge 100 gram 1 mangkuk
- Pisang raja 50 gram 1 buah
Perencanaan menu tersebut adalah perencanaan menu standard yang dapat dikonsumsi guna menjaga status gizi kita agar tetap dalam kondisi baik.

"Lalu bagaimana jika bahan-bahan di atas nggak ada? Kan susah cari-cari daging?"

SBH Sri Tanjung ketika mengulas tentang perencanaan menu
"Nggak usah khawatir". Kita dapat dapat menggantikannya dengan makanan-makanan nabati. Sebagai contoh protein dan lemak dari pecek lele dapat kita gantikan dengan kacang-kacangan atau buah alpukat. Lalu zat besi dan protein dari semur daging dapat kita gantikan dengan brokoli atau bayam ditambah susu kedelai. Tapi, jika memungkinkan, sesekali harus makan makanan hewani ya. Sebab kandungan kalori pada makanan hewani secara umum jauh lebih besar dibandingkan makanan nabati. Selain itu, juga terdapat beberapa zat pada makanan nabati yang tidak terdapat pada makanan hewani.

Jadi, meskipun puasa, harus tetap dipenuhi ya gizinya. Jangan jadikan puasa kalian sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan selalu beranggapan bahwa tubuh kalian lebih lemah ketika berpuasa.

Sehat ada karena SBH jaya!
Salam Pramuka!

Rabu, 16 Juli 2014

Gizi Seimbang atau 4 Sehat Lima Sempurna?

Anggota SBH Sri Tanjung ketika menjelaskan tentang gizi sembang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengar istilah 4 sehat 5 sempurna. Istilah ini menjadi istilah wajib yang perlu diajarkan sebagai pedoman pemenuhan status gizi seseorang. Namun jangan heran jika istilah ini ternyata salah. Lho, kok bisa? Mari simak ulasan berikut.

Para ahli gizi menilai pedoman ini salah karena makanan 4 sehat 5 sempurna tidak dapat diterapkan kepada orang-orang dengan alasan beberapa faktor. Faktor-faktor ini di antaranya adalah:
- Ekonomi
- Sosial budaya
- Kondisi kesehatan
- Umur
- Berat badan
- Aktivitas
- Kebiasaan makan
- Ketersediaan pangan setempat
Beberapa faktor di atas sangat mempengaruhi tingkat pemenuhan gizi seseorang. Sehingga tidak serta merta makanan 4 sehat 5 sempurna dapat dikonsumsi begitu saja.

Pemaparan Kak Anggung mengenai gizi seimbang
Sudah banyak sekali media yang membahas mengenai kesalahkaprahan ini. Di antaranya adalah seperti yang dibahas di situs kompas.com. Pedoman makanan 4 sehat 5 sempurna harus diganti dengan istilah yang tepat. Maka dari itu kini kita mengenal istilah gizi seimbang. Pedoman mengenai gizi seimbang ini telah ditetapkan dengan istilah baku yakni PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang). Dengan begini maka kita tak akan salah dalam usaha memperbaiki status gizi.

Materi mengenai gizi seimbang ini dapat didownload DI SINI. Di dalamnya juga terdapat kuis-kuis seru yang telah kami susun berdasarkan agenda kegiatan mengenai gizi seimbang beberapa waktu lalu.

Sehat ada karena SBH jaya!
Salam Pramuka!!!

Selasa, 15 Juli 2014

Pelantikan Saka Bakti Husada Periode VIII

Alhamdulillah... Akhirnya kegiatan pelantikan anggota baru Saka Bakti Husada Sri Tanjung Kwartir Ranting Pesanggaran, Banyuwangi berjalan lancar. Kegiatan pelantikan sukses dilaksanakan dengan serangkaian kegiatan yang terangkum dalam perkemahan Sabtu-Minggu. Melibatkan Saka Bahari dan Saka Wirakartika, kegiatan pelantikan ini menjadi cermin kesatuan Gerakan Pramuka meskipun terdiri dari berbagai macam Satuan Karya Pramuka.

Outbond, pengikis kesenjangan antar anggota
Pemantapan mental, fisik, dan spiritual calon anggota baru adalah fokus pada kegiatan pelantikan. Dengan bekal mental, fisik, dan spiritual yang baik, anggota baru Saka Bakti Husada nantinya diharapkan mampu berperan aktif dalam implementasi kegiatan kesakaan yang merupakan tujuan utama Satuan Karya Pramuka. Implementasi kegiatan Saka Bakti Husada dengan sasaran utama lingkungan sekitar memang membutuhkan kader-kader kesehatan dengan kepribadian yang telah tertata. Maka tidak mungkin jika tantangan berat yang ada di masyarakat saat ini dapat teratasi dengan rendahnya semangat anggota.

Serah terima jabatan SBH rotasi VII ke rotasi VIII

Penyegaran
Jabat penutup kegiatan
Sedikitnya terdapat 4 agenda penting yang telah terlaksana dalam rangka pembinaan sikap-sikap kader kesehatan di atas. Pembinaan jiwa spiritual melalui sharing keagamaan, pembinaan mental melalui kegiatan penggalian mimpi dan motivasi, pembinaan fisik melalui kegiatan jelajah malam, serta disempurnakan dengan kegiatan outbond dalam rangka pengikisan kesenjangan antar anggota. Dengan metode terjadwal dan tanpa duga, pembinaan ini mampu memberikan nilai baru kepada calon anggota. Bahkan tidak sedikit pula anggota kepanitiaan ikut merasakan nilai ini di dalam jiwa mereka.

Hingga sampai pada penutup kegiatan, akhirnya pelantikan anggota baru Saka Bakti Husada ini dapat menjadi bahan pelajaran sekaligus renungan bagi anggota terlantik untuk terus meningkatkan kemampuan dan disiplin diri demi mewujudkan cita-cita organisasi. Dampak peningkatan sikap inilah yang diharapkan mampu berguna bagi keluarga maupun lingkungan. Sehingga kesakaan benar-benar mampu menjadi wadah pembinaan bakat dan minat yang positif bagi anggota.

Motivasi kecil pada penutupan kegiatan
Serah terima jabatan rotasi VII ke rotasi VIII mewarnai penutupan kegiatan ini. Begitu pula dengan penyematan badge, sumpah janji anggota, penyegaran, dan jabat perpisahan akhir kegiatan.
Kepanitiaan yang juga melibatkan Saka Bahari dan Saka Wirakartika

Senin, 14 Juli 2014

Teknik Evakuasi Pada Pertolongan Pertama Gawat Darurat

Ketika terjadi suatu kecelakaan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengenai bagaimana sikap kita sebagai kader kesehatan mengatasi masalah yang ada. Sikap tanggap namun tenang tetap harus dijaga dalam melaksanakan tindakan PPGD terhadap korban. Hal serupa juga harus kita lakukan ketika berada pada kondisi bencana di suatu wilayah.
Salah satu hal yang perlu dilakukan ketika kita dihadapkan pada situasi-situasi seperti ini adalah pertolongan terhadap korban. Penempatan korban pada wilayah aman adalah prioritas penting setelah melakukan tindakan-tindakan pencegahan kematian seperti pemeriksaan tanda-tanda vital dan pada kondisi lebih lanjut adalah resusitasi.
Nah, untuk dapat melakukan transportasi korban dengan benar, tentunya diperlukan teknik-teknik tertentu agar pemindahan benar-benar mampu memberikan kondisi kepada korban yang lebih baik, bukan malah memperburuk keadaan karena teknik yang salah. Apalagi jika kita dihadapkan dengan tenaga penolong dengan jumlah yang variatif. Tentu tidak akan sama teknik pemindahan/ transportasinya ketika kita bersama 2 penolong yang lain, 1 penolong yang lain, atau bahkan sendiri.
Nah, hari ini kita akan belajar teknik-teknik transportasi PPGD dengan jumlah penolong yang beragam. Sesuai dengan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu yang bersamaan dengan kunjungan Kak Anas Ansori dari Saka Wana Bakti Sempu, teknik-teknik ini dapat dipaparkan sebagai berikut:
1 PENOLONG
a) Korban Tidak Sadar
- Teknik sampir bahu (korban dalam kondisi tengkurap)
Teknik ini dilakukan ketika sudah dipastikan bahwa korban tidak mengalami patah tulang, urai sendi, atau cedera semacamnya. Jika korban mengalami patah tulang punggung, maka teknik ini jangan dilakukan. Sebab hanya akan menyebabkan kondisi korban semakin fatal.

Teknik sampir bahu (korban dalam kondisi terlentang)
Teknik ini juga dilakukan pada kondisi yang sama seperti pada teknik kondisi korban tengkurap.

- Korban berada di dalam reruntuhan gedung
Teknik ini lebih sering dipakai ketika kondisi kebakaran yang terjadi di dalam gedung. Prioritas utama adalah korban yang kita tolong, sehingga posisi penolong harus berada di atas korban untuk melindungi tubuh korban dari reruntuhan.

- Teknik membopong
Jika korban adalah anak-anak, maka teknik ini bisa digunakan karena lebih praktis dibandingkan dengan teknik-teknik lainnya. Namun jika penolong memiliki tenaga yang lebih, teknik ini pun bisa dilakukan untuk korban orang dewasa.

- Tenaga penolong yang lemah
Ketika kita tidak memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan pertolongan terhadap korban, secara darurat kita dapat memindahkan korban ke tempat yang aman. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko terjadinya kondisi yang lebih darurat dibandingkan jika korban berada pada wilayah bencana.
Kita dapat menggunakan tangan kosong maupun alat seadanya sebagai fasilitas pendukung. Alat yang digunakan dapat berupa kain atau selimut. Usahakan untuk memilih kain yang tebal untuk meminimalisir luka ketika tubuh korban bergesekan dengan tanah/ ground. Teknik ini hanya layak dilakukan untuk pemindahan korban pada jarak yang relatif dekat.
Tarikan bahu
Tarikan lengan
Tarikan kain
Tarikan selimut


b) Korban Sadar
- Teknik sampir bahu
Jika korban tidak mengalami patah tulang punggung, kaki, maupun lengan, teknik ini dapat dilakukan. Teknik ini dipakai ketika korban dalam kondisi yang sangat lemah yang membutuhkan pertolongan dengan segera.

- Teknik gendong
Jika korban dalam kondisi lemah dan tidak mampu untuk berjalan, penolong dapat menggunakan teknik ini.












- Teknik memapah
Jika korban masih mampu berjalan namun dengan kondisi yang lemah, maka penolong diajurkan memilih teknik ini. Teknik ini juga disarankan bagi penolong yang tidak memiliki cukup tenaga untuk mengangkat korban.












- Teknik mempopong
Teknik ini sama seperti teknik membopong pada korban tidak sadar. Hanya saja korban diminta untuk meletakkan tangan sebelah kirinya pada leher/ atas bahu kiri penolong agar tidak menyulitkan penolong dalam melakukan pemindahan.












2 PENOLONG
a) Korban Tidak Sadar
- Teknik angkat langsung
Teknik ini adalah teknik umum yang digunakan ketika kita tak menemukan alat apapun untuk proses evakuasi korban. Caranya adalah dengan melipatkan kedua tangan korban ke dada, lalu tangan kanan penolong 1 memegang lengan kanan bawah dan tangan kiri memegang lengan kiri bawah korban. Sedangkan penolong 2 memegang bagian lutut korban.

- Evakuasi menggunakan kursi
Teknik ini lebih praktis dan akan mempermudah penolong dalam melakukan evakuasi.

b) Korban Sadar
- Teknik memapah
Teknik ini dilakukan jika korban masih mampu berjalan namun dengan kondisi fisik yang sangat lemah.

- Duduk 2 tangan
Teknik ini dilakukan jika korban sama sekali tak mampu berjalan. Kondisi korban dengan cedera kaki pada bagian bawah juga lebih tepat menggunakan teknik evakuasi ini.

- Duduk 4 tangan
Teknik ini digunakan pada kasus sama seperti teknik pada evakuasi duduk 2 tangan.
3 PENOLONG
Teknik 3 penolong atau lebih, secara umum diprioritaskan bagi korban tak sadar. Selebihnya, untuk mengatasi jarak evakuasi yang jauh, maka digunakan alat bantu berupa tandu dan peralatan-peralatan lain dengan jumlah penolong variatif. Berikut macam-macam teknik evakuasi dengan 3 penolong:
- 3 penolong pada satu sisi korban
Teknik ini adalah yang paling sering digunakan pada evakuasi korban dengan 3 penolong. Posisi penolong pada 1 sisi menjadikan perjalanan evakuasi lebih terarah. Kekompakan dan koordinasi tim menjadi penentu berhasilnya teknik evakuasi ini. Jika penguncian korban benar, maka korban tidak akan terasa berat.
- 3 penolong berhadapan
Teknik ini digunakan ketika kondisi penolong memiliki tinggi badan yang tidak sama. Penolong berhadapan pada kedua sisi korban dengan tangan penolong saling berpegangan di bawah tubuh korban.

4 PENOLONG
Jika jumlah penolong lebih banyak, maka proses evakuasi akan lebih baik. Beban korban akan semakin berkurang dan akurasi dalam proses evakuasi pun semakin baik. Tekniknya adalah dengan saling berpegangan tangan di bawah tubuh korban dengan posisi penolong saling berhadapan.

6 PENOLONG
Jika korban memiliki berat badan yang cukup besar, maka dapat dilakukan evakuasi dengan 6 penolong. Tekniknya sama seperti evakuasi dengan 4 penolong.

Senin, 07 April 2014

Tim Medis yang Melayang di Udara

Dalam rangka meningkatkan keterampilan sebagai tim medis, Saka Bakti Husada Sri Tanjung Kwartir Ranting Pesanggaran menyelenggarakan kegiatan repling. Bekerja sama dengan tim MD Climbing Center Kedungrejo, kegiatan ini cukup menarik antusias anggota Saka Bakti Husada untuk terus meningkatkan kualitas dan keterampilan kridanya, khususnya pada SKK Gawat Darurat.

Tanggap dan sigap pada kondisi darurat memang harus menjadi syarat utama bagi para kader kesehatan. Sebagai satuan karya yang membidangi hal ini, maka sudah bukan hal yang tabu lagi untuk harus memiliki sikap ini. Sebab hal ini akan menjadi kebutuhan penting bagi tim medis Saka Bakti Husada ketika sewaktu-waktu melakukan pertolongan terhadap korban, juga pada kondisi bencana. Sikap berani bertindak yang dibarengi dengan sikap tenang adalah kunci pokok dalam hal ini, Untuk itulah maka diperlukan latihan khusus agar dapat menempatkan sikap ini pada kondisi yang tepat nantinya.

Dalam kondisi nyata, keterampilan repling ini sendiri juga diperlukan pada saat proses evakuasi korban. Tim Brigade Penolong menyebut ini dengan istilah Pertolongan Pertama Gawat Darurat secara vertikal atau biasa disingkat PPGD vertikal. Brigade Penolong yang juga merupakan organisasi khusus beranggotakan para insan Pramuka dan Satuan Karya ini, mengapresiasikan PPGD vertikal sebagai kebutuhan penting bagi anggota Gerakan Pramuka. Seringkali materi-materi pioneering seperti repling, wall climbing dan flying fox menjadi materi wajib yang perlu diberikan kepada anggotanya. Jadi sudah tentu menjadi barang penting pula bagi Saka Bakti Husada yang nyata-nyata memiliki SKK Gawat Darurat pada salah satu kridanya.

Akhirnya, kegiatan yang juga mengikutsertakan Himpunan Siswa Pecinta Alam (HISPALA) SMAN 1 Pesanggaran ini diakhiri dengan senyum lepas dan semangat antusias para pesertanya. Terjalinnya silaturrahmi antara insan Pramuka dan Pecinta Alam menjadi momen berharga yang tak terlupakan. Semoga saja Saka Bakti Husada dapat terus mengembangkan sayapnya dan merangkul semua pihak demi terciptanya semangat sehat untuk seluruh khalayak.

Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Sabtu, 05 April 2014

Radikal Bebas dan Antioksidan

Kita tahu bahwa radikal bebas merupakan faktor negatif yang berpengaruh besar terhadap timbulnya berbagai macam gangguan kesehatan. Mulai dari masalah ringan sampai kronis. Lalu kenapa harus radikal bebas? Apa sih sebetulnya radikal bebas ini? Inilah beberapa alasan yang menyebabkan kita perlu sekali mempelajari tentang radikal bebas:
1. Radikal bebas merupakan faktor berbahaya yang tingkat bahayanya melebihi bakteri atau kuman
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, atau merupakan hasil pemisahan homolitik suatu ikatan kovalen (baca di Wikipedia). Molekul ini akan memerlukan pasangan agar strukturnya menjadi seimbang. Akibatnya, ia akan sangat mudah sekali bereaksi dengan molekul-molekul lainnya.
Nah, karena sifatnya yang agresif inilah menjadikan radikal bebas menjadi faktor yang berbahaya, lebih bahaya dari kuman/ bakteri. Bakteri hanya bersifat parasit. Ia menempatkan dirinya secara statis pada suatu individu. Jenis lainnya hanyalah bakteri sporadis yang memanfaatkan sporanya untuk melangsungkan daur hidupnya.Bandingkan dengan radikal bebas. Ia menempati ruang-ruang udara kita sebagai media kehidupan utama kita. Ketika ia telah sampai pada sel-sel tubuh kita, ia dapat saja dengan mudah mengubah struktur DNA dalam sel. Ketika sistem imun tak mampu lagi menangani jumlah radikal bebas yang mengutak-atik struktur DNA kita, maka mulailah tubuh kita mengalami beberapa perubahan yang mengerikan.
2. Radikal bebas merupakan faktor utama bagi timbulnya kanker
Struktur DNA yang telah dirubah oleh radikal bebas, bisa saja diperbaiki kembali oleh tubuh. Namun ketika struktur DNA yang dirubah cukup banyak karena banyaknya pula jumlah radikal bebas yang menyerang tubuh, maka terjadilah ketidaknormalan pada sel-sel tubuh kita. Ketidaknormalan iniliah yang disebut sebagai mutasi. Salah satu bentuk mutasi yang mudah kita lihat ialah tumor. Tumor terjadi karena sel-sel tubuh berkembang secara tidak normal. Ketika tumor ini telah sampai pada tahap kronis, maka timbullah kanker yang kebanyakan mematikan penderitanya.
3. Radikal bebas mempercepat penuaan
Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh manusia. Sel-sel tubuh yang rusak bisa saja digantikan dengan sel-sel baru. Namun ketika jumlah radikal bebas yang ada terlalu besar, maka tentu saja proses pembaharuan sel tidak akan seimbang dengan cepatnya proses perusakan sel. Karena banyaknya sel-sel mati dalam tubuh manusia inilah yang menyebabkan penuaan semakin cepat.

Lalu bagaimana cara menangkal radikal bebas?
Salah satu cara menangkal radikal bebas yang paling efektif ialah dengan cara meningkatkan sistem imun. Sistem imun bisa didapat melalui konsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Zat antioksidan inilah yang mampu melawan radikal bebas. Dalam vitamin, maka kita akan menjadikan vitamin C dan E sebagai produsen antioksidan profesional. Pasalnya, dari keenam vitamin yang ada, hanya kedua vitamin inilah yang menghasilkan zat antioksidan. Lainnya tidak.

Trus, bagaimana caranya agar tahu makanan ini dan itu mengandung antioksidan?
Mudah. Teknik sederhana berikut inilah yang dipakai SBH Sri Tanjung untuk mengetahui kandungan antioksidan pada makanan/ minuman:

1. Ambil setengah gelas air
2. Teteskan betadine hingga warna air berubah menjadi kecoklatan
3. Masukkan zat makanan yang ingin diuji. Jika makanan/ minuman mengandung antioksidan, maka warna air akan berubah menjadi jernih. Jika tidak, ia akan tetap pada keadaannya.
Pada percobaan ini, SBH Sri Tanjung menggunakan jeruk, apel, dan tablet vitamin C untuk diuji. Hasilnya, tingkat kandungan antioksidan tertinggi dapat diurutkan mulai dari tablet vitamin C --> jeruk -->apel. Percobaan lain yang juga diujikan ialah mengenai pengaruh antioksidan terhadap proses oksidasi buah apel. Hasilnya cukup memuaskan.

Semoga dengan sesuatu yang sederhana ini dapat menjadi bekal dasar bagi anggota Gerakan Pramuka untuk melindungi dirinya dari berbagai serangan berbahaya di luar tubuhnya yang tak mereka ketahui secara kasat mata. Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Senin, 17 Maret 2014

Deteksi Dini Meningitis Dengan Pemeriksaan Rangsang Meningeal

Pemeriksaan rangsang meningeal dengan cara Brudzinski I
Kita tahu bahwa meningitis merupakan penyakit berbahaya yang siapapun dapat menjadi sasaran penyakit ini. Pasalnya meningitis menyerang bagian vital manusia yakni sistem saraf pusat, dalam hal ini adalah otak dan sumsum tulang belakang.
Sama seperti penyakit pada umumnya, meningitis juga ditandai dengan beberapa gejala sebelum benar-benar sampai pada tahap kronis. Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita sebagai insan Bakti Husada pada khususnya dan insan Pramuka pada umumnya mengetahui gejala-gejala ini untuk langkah penanganan dini.
Pemeriksaan rangsang meningeal dengan cara Kernig
Untuk melaksanakan langkah ini, kita dapat melakukan pemeriksaan rangsang meningeal. Pemeriksaan sederhana ini setidaknya dapat digunakan untuk mengetahui 6 tanda seseorang yang positif menderita meningitis. Berikut cara pemeriksaannya:

1.Brudzinski I
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada.  
  • Memutar kepala pasien ke samping kanan kiri serta menoleh ke kanan kiri apakah ada tahanan untuk mengecek adanya gejala ekstrapiramidal atau spasme otot selain tanda meningeal. 
  • Memegang kepala penderita dengan tangan kiri dan kanan, kemudian memfleksikan kepala dagu penderita ke arah sternum/ dada penderita apakah ada tahanan atau nyeri di leher. Pada kondisi normal dagu dapat menyentuh dada
Hasil:
  • Kaku kuduk positif jika dagu tidak dapat menyentuh dada. 
  • Brudzinski positif jika bersamaan dengan pemeriksaan kaku kuduk terlihat fleksi sejenak pada tungkai bawah.
2.Brudzinsky II
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Memfleksikan salah satu kaki lurus pada sendi panggul maksimal.
Hasil:
Positif jika terlihat adanya fleksi kaki kontralateral (yang tidak mengalami parese)
3.Brudzinsky III
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Menekan kadua pipi atau infra orbita pasien dengan kedua tangan pemeriksa
Hasil:
Positif jika bersamaan dengan pemeriksaan terdapat fleksi pada kedua lengan.
4.Brudzinsky IV
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Menekan tulang pubis penderita dengan tangan pemeriksa. 
Hasil:
Positif jika bersamaan dengan pemeriksaan terlihat fleksi pada kedua tungkai bawah.
5.Kernig
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Memfleksikan paha pada sendi panggul dan lutut 90 derajat. 
  • Ekstensikan tungkai bawah pada sendi lutut, normalnya dapat mencapai 135 derajat. 
Hasil: 
Positif jika ada tahanan atau nyeri dan sudut tidak mancapai 135 derajat.

Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Rabu, 19 Februari 2014

Penyuluhan Gizi Oleh Saka Bakti Husada Sri Tanjung

Dalam mewujudkan perannya, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kompetisi penyuluhan gizi bagi kalangan remaja. Kompetisi ini bertujuan untuk membangkitkan kepedulian para remaja terhadap arti penting gizi dalam lingkungannya. Sebab kita tahu, saat ini banyak sekali jajanan untuk konsumsi anak seusia remaja amatlah mencemaskan. Belum lagi kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi keluarga yang amat kurang. Diharapkan peserta dalam penyuluhan ini dapat menularkan apa yang didapatnya dari hasil penyuluhan kepada lingkungannya.

Tentu saja, sebagai wadah bagi para pemuda dan remaja, Saka Bakti Husada Sri Tanjung turut serta dalam kegiatan ini. SBH Sri Tanjung mengusung tema tentang makanan seimbang dalam penyuluhannya. Tema ini bertujuan untuk menepis anggapan bahwa makanan 4 sehat 5 sempurna adalah konsep yang tepat dalam proses pemenuhan gizi, padahal salah. Sekelumit tentang pentingnya ASI eksklusif dan garam iodium juga disampaikan dalam penyuluhan ini.

Alhasil, tema yang memang cukup fenomenal di masyarakat ini mendapat sambutan baik dari dewan juri. Dari ketiga delegasi SBH Sri Tanjung yang terpilih, masing-masing mendapat juara II, III, dan harapan II. Cukup menjadi prestasi yang membanggakan bagi SBH Sri Tanjung sendiri.


Dalam kegiatan ini, diadakan pula kegiatan minum susu gratis yang disponsori oleh salah satu merk susu rendah kalori. Donor darah juga ikut memberikan warna lain dalam kegiatan ini. Hingga kegiatan ditutup oleh sambutan dari Ketua PERSAGI Banyuwangi.

Kamis, 21 November 2013

Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-49


Untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November 2013 kemarin, anggota Saka Bakti Husada Kwaran Pesanggaran ikut serta berpartisipasi mengikuti upacara yang digelar di Halaman Kantor Pemkab Banyuwangi.
Upacara HKN ini diikuti oleh seluruh tenaga medis, mulai dari dokter, perawat, bidan, apoteker, dan seluruh anggota medis se Kabupaten Banyuwangi. Juga diikuti Wakil Bupati Yusuf Widiyatmoko. Sedangkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bertindak sebagai inspektur upacara pada HKN ini, semantara perwira upacara Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono.
Dalam sambutan Bupati Anas mengapresiasikan dan menginspirasi para tenaga kesehatan yang mendapatkan atas kinerja dan prestasinya. Dan juga membacakan sambutan Mentri Kesehatan RI, dalam memperingati HKN ke-49 dengan moto menuju Indonesia Sehat.



Dalam peringata HKN ini, diberikan penghargaan yang pertama kepada tenaga kesehatan teladan 2013, dengan kategori tenaga medis, keperawatan, dan tenaga kesehatan masyarakat. Yang kedua diberikan penghargaan kinerja puskesmas tebaik. Dan juga diberikan penghargaan kepada para pemenang lomba dokter kecil dan pemenang duta kesehatan terpilih. Dan Saka Bakti Husada kwaran pesanggaran juga mendapat penghargaan dari Bupati banyuwangi sebagai implementasi krida unggulan peringkat ke-3 se-Jatim, itu semua menjadi kebanggaan tersendiri oleh SBH Sri Tanjung.

Selasa, 22 Oktober 2013

PENEMPUHAN BADGE KRIDA

Pada hari Minggu 20/10 kemarin, Saka Bakti Husada mengadakan kegiatan penempuhan badge krida rotasi ke VII yang diselenggarakan di Kwaran Pesanggaran. Sejak pukul 08.00 kegiatan ini sudah di mulai,  di awali dengan apel pagi yang di pimpin langsung Kamabi Saka yaitu kak Muklas, serta pemakaian tanda peserta diikuti seluruh anggota Saka Bakti Husada. Acara selanjutnya interview kepada adik-adik anggota Saka Bakti Husada tentang pendapat masing-masing krida yang diminati. Sebelumnya mereka sudah diberi gambaran-gambaran tentang masing-masing krida, harapannya dalam acara pembukaan tersebut mampu memberikan prospek ke depan dalam program kerja di masing-masing krida.

Krida merupakan pembagian kelompok kecil dalam sebuah satuan karya yang di dalamnya terdapat SKK (Syarat Kecakapan Khusus) yang bisa di tempuh untuk mendapatkan TKK. Dalam kegiatan ini Terdapat dua macam sistem pengujian yang dipakai dengan pengertian dasar satuan karya yang di antaranya merupakan media pengembangan bakat dan minat peserta didik. Didalam Saka Bakti Husada terdapat enam krida yang masing-masing mempunyai SKK, yaitu Krida Bina Gizi mempunyai 5 (lima) SKK, Krida Bina Obat mempunyai 5 (lima) SKK, Krida PHBS mempunyai 5 (lima) SKK, Krida Bina Keluarga Sehat mempunyai 6 (enam) SKK, Krida Penanggulangan Penyakit mempunyai 9 (sembilan) SKK, dan Krida Bina Lingkungan Sehat mempunyai 5 (lima) SKK.

Untuk penempuhan badge krida kali ini, kegiatan uji bakat mendominasi seluruh rangkaian kegiatan. Dari masing-masing krida mempunyai pos sendiri-sendiri untuk menguji bakat dari adik-adik Saka Bakti Husada, di pos-pos tersebut adik-adik diberi tanya jawab, hal itu bertujuan  untuk mengetahu kecakapan dan pengetahuan dari adik-adik Saka Bakti Husada, sedangkan untuk uji praktiknya bertujuan untuk menguji sesuai atau tidaknya mereka dikrida yang mereka minati sesuai dengan bakat mereka masing-masing.


Pada Sesi tanya jawab masing-masing krida memberikan pertanyaan seputar krida masing-masing sesuai dengan SKK dari masing-masing krida. Pada uji praktik pertama (Krida Bina Gizi), adik-adik diberi kopi dan teh, mereka harus memilih salah satu dari menu tersebut. Apabila mereka memilih teh atau kopi mereka juga harus menjelaskan kandungan gizi yang ada didalamnya dan alasan mengapa mereka memilihnya. Pada uji praktik kedua (Krida Bina Obat), disini adik-adik diuji untuk membuat jamu tradisional dan mereka juga harus menjelaskan apa manfaat dari jamu yang mereka buat. Pada uji praktik ketiga (Krida PHBS), dipos ini adik-adik harus bisa menerapkan bagaimana cara menerapkan perilaku hidup sehat dilingkungan masyarakat sekitar, supaya tercipta lingkungan yang sehat didalam suatu masyarakat. Pada uji praktik keempat (Bina Keluarga Sehat), dipos ini adik-adik dituntut untuk bisa menjelaskan bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan cara menggosok gigi yang benar, mereka juga harus mempraktikkan menggunakan gigi palsu yang sudah disediakan. Pada uji kelima (Krida Penanggulangan Penyakit), materi ujinya tentang PPGD. Dalam uji ini adik-adik harus bisa menggunakan tensi darah dan bisa mengukur tekanan darah seseorang dengan benar dan tepat. Pada uji yang terakhir yaitu uji keenam (Bina Lingkungan Sehat) adik-adik diuji untuk menunjukkan bagaimana cara penyaringan air kotor menjadi air bersih. Menggunaka cara sederhana.


Belum selesai dari situ saja, setelah melewati berbagai ujian dan interview adik-adik menunggu untuk mendapatkan Badge Krida, mereka harus mencari badge krida didekat kamar mayat Puskesmas Pesanggaran, sesuai dengan nama yang tercantum didalam badge krida masing-masing. Setelah itu kegiatan ditutup dengan acara apel penutupan.

Hasil yang diharapkan setelah kegiatan ini supaya adik-adik memiliki pengetahuan di bidang kesehatan, mampu dan mau menyebar luaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, mampu memberikan latian tentang kesehatan kepada para pramuka di gugusdepan, dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya, dan memiliki sikap dan perilaku hidup sehat.