News & Updates

Senin, 07 April 2014

Tim Medis yang Melayang di Udara

Dalam rangka meningkatkan keterampilan sebagai tim medis, Saka Bakti Husada Sri Tanjung Kwartir Ranting Pesanggaran menyelenggarakan kegiatan repling. Bekerja sama dengan tim MD Climbing Center Kedungrejo, kegiatan ini cukup menarik antusias anggota Saka Bakti Husada untuk terus meningkatkan kualitas dan keterampilan kridanya, khususnya pada SKK Gawat Darurat.

Tanggap dan sigap pada kondisi darurat memang harus menjadi syarat utama bagi para kader kesehatan. Sebagai satuan karya yang membidangi hal ini, maka sudah bukan hal yang tabu lagi untuk harus memiliki sikap ini. Sebab hal ini akan menjadi kebutuhan penting bagi tim medis Saka Bakti Husada ketika sewaktu-waktu melakukan pertolongan terhadap korban, juga pada kondisi bencana. Sikap berani bertindak yang dibarengi dengan sikap tenang adalah kunci pokok dalam hal ini, Untuk itulah maka diperlukan latihan khusus agar dapat menempatkan sikap ini pada kondisi yang tepat nantinya.

Dalam kondisi nyata, keterampilan repling ini sendiri juga diperlukan pada saat proses evakuasi korban. Tim Brigade Penolong menyebut ini dengan istilah Pertolongan Pertama Gawat Darurat secara vertikal atau biasa disingkat PPGD vertikal. Brigade Penolong yang juga merupakan organisasi khusus beranggotakan para insan Pramuka dan Satuan Karya ini, mengapresiasikan PPGD vertikal sebagai kebutuhan penting bagi anggota Gerakan Pramuka. Seringkali materi-materi pioneering seperti repling, wall climbing dan flying fox menjadi materi wajib yang perlu diberikan kepada anggotanya. Jadi sudah tentu menjadi barang penting pula bagi Saka Bakti Husada yang nyata-nyata memiliki SKK Gawat Darurat pada salah satu kridanya.

Akhirnya, kegiatan yang juga mengikutsertakan Himpunan Siswa Pecinta Alam (HISPALA) SMAN 1 Pesanggaran ini diakhiri dengan senyum lepas dan semangat antusias para pesertanya. Terjalinnya silaturrahmi antara insan Pramuka dan Pecinta Alam menjadi momen berharga yang tak terlupakan. Semoga saja Saka Bakti Husada dapat terus mengembangkan sayapnya dan merangkul semua pihak demi terciptanya semangat sehat untuk seluruh khalayak.

Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Sabtu, 05 April 2014

Radikal Bebas dan Antioksidan

Kita tahu bahwa radikal bebas merupakan faktor negatif yang berpengaruh besar terhadap timbulnya berbagai macam gangguan kesehatan. Mulai dari masalah ringan sampai kronis. Lalu kenapa harus radikal bebas? Apa sih sebetulnya radikal bebas ini? Inilah beberapa alasan yang menyebabkan kita perlu sekali mempelajari tentang radikal bebas:
1. Radikal bebas merupakan faktor berbahaya yang tingkat bahayanya melebihi bakteri atau kuman
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, atau merupakan hasil pemisahan homolitik suatu ikatan kovalen (baca di Wikipedia). Molekul ini akan memerlukan pasangan agar strukturnya menjadi seimbang. Akibatnya, ia akan sangat mudah sekali bereaksi dengan molekul-molekul lainnya.
Nah, karena sifatnya yang agresif inilah menjadikan radikal bebas menjadi faktor yang berbahaya, lebih bahaya dari kuman/ bakteri. Bakteri hanya bersifat parasit. Ia menempatkan dirinya secara statis pada suatu individu. Jenis lainnya hanyalah bakteri sporadis yang memanfaatkan sporanya untuk melangsungkan daur hidupnya.Bandingkan dengan radikal bebas. Ia menempati ruang-ruang udara kita sebagai media kehidupan utama kita. Ketika ia telah sampai pada sel-sel tubuh kita, ia dapat saja dengan mudah mengubah struktur DNA dalam sel. Ketika sistem imun tak mampu lagi menangani jumlah radikal bebas yang mengutak-atik struktur DNA kita, maka mulailah tubuh kita mengalami beberapa perubahan yang mengerikan.
2. Radikal bebas merupakan faktor utama bagi timbulnya kanker
Struktur DNA yang telah dirubah oleh radikal bebas, bisa saja diperbaiki kembali oleh tubuh. Namun ketika struktur DNA yang dirubah cukup banyak karena banyaknya pula jumlah radikal bebas yang menyerang tubuh, maka terjadilah ketidaknormalan pada sel-sel tubuh kita. Ketidaknormalan iniliah yang disebut sebagai mutasi. Salah satu bentuk mutasi yang mudah kita lihat ialah tumor. Tumor terjadi karena sel-sel tubuh berkembang secara tidak normal. Ketika tumor ini telah sampai pada tahap kronis, maka timbullah kanker yang kebanyakan mematikan penderitanya.
3. Radikal bebas mempercepat penuaan
Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh manusia. Sel-sel tubuh yang rusak bisa saja digantikan dengan sel-sel baru. Namun ketika jumlah radikal bebas yang ada terlalu besar, maka tentu saja proses pembaharuan sel tidak akan seimbang dengan cepatnya proses perusakan sel. Karena banyaknya sel-sel mati dalam tubuh manusia inilah yang menyebabkan penuaan semakin cepat.

Lalu bagaimana cara menangkal radikal bebas?
Salah satu cara menangkal radikal bebas yang paling efektif ialah dengan cara meningkatkan sistem imun. Sistem imun bisa didapat melalui konsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Zat antioksidan inilah yang mampu melawan radikal bebas. Dalam vitamin, maka kita akan menjadikan vitamin C dan E sebagai produsen antioksidan profesional. Pasalnya, dari keenam vitamin yang ada, hanya kedua vitamin inilah yang menghasilkan zat antioksidan. Lainnya tidak.

Trus, bagaimana caranya agar tahu makanan ini dan itu mengandung antioksidan?
Mudah. Teknik sederhana berikut inilah yang dipakai SBH Sri Tanjung untuk mengetahui kandungan antioksidan pada makanan/ minuman:

1. Ambil setengah gelas air
2. Teteskan betadine hingga warna air berubah menjadi kecoklatan
3. Masukkan zat makanan yang ingin diuji. Jika makanan/ minuman mengandung antioksidan, maka warna air akan berubah menjadi jernih. Jika tidak, ia akan tetap pada keadaannya.
Pada percobaan ini, SBH Sri Tanjung menggunakan jeruk, apel, dan tablet vitamin C untuk diuji. Hasilnya, tingkat kandungan antioksidan tertinggi dapat diurutkan mulai dari tablet vitamin C --> jeruk -->apel. Percobaan lain yang juga diujikan ialah mengenai pengaruh antioksidan terhadap proses oksidasi buah apel. Hasilnya cukup memuaskan.

Semoga dengan sesuatu yang sederhana ini dapat menjadi bekal dasar bagi anggota Gerakan Pramuka untuk melindungi dirinya dari berbagai serangan berbahaya di luar tubuhnya yang tak mereka ketahui secara kasat mata. Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Senin, 17 Maret 2014

Deteksi Dini Meningitis Dengan Pemeriksaan Rangsang Meningeal

Pemeriksaan rangsang meningeal dengan cara Brudzinski I
Kita tahu bahwa meningitis merupakan penyakit berbahaya yang siapapun dapat menjadi sasaran penyakit ini. Pasalnya meningitis menyerang bagian vital manusia yakni sistem saraf pusat, dalam hal ini adalah otak dan sumsum tulang belakang.
Sama seperti penyakit pada umumnya, meningitis juga ditandai dengan beberapa gejala sebelum benar-benar sampai pada tahap kronis. Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita sebagai insan Bakti Husada pada khususnya dan insan Pramuka pada umumnya mengetahui gejala-gejala ini untuk langkah penanganan dini.
Pemeriksaan rangsang meningeal dengan cara Kernig
Untuk melaksanakan langkah ini, kita dapat melakukan pemeriksaan rangsang meningeal. Pemeriksaan sederhana ini setidaknya dapat digunakan untuk mengetahui 6 tanda seseorang yang positif menderita meningitis. Berikut cara pemeriksaannya:

1.Brudzinski I
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada.  
  • Memutar kepala pasien ke samping kanan kiri serta menoleh ke kanan kiri apakah ada tahanan untuk mengecek adanya gejala ekstrapiramidal atau spasme otot selain tanda meningeal. 
  • Memegang kepala penderita dengan tangan kiri dan kanan, kemudian memfleksikan kepala dagu penderita ke arah sternum/ dada penderita apakah ada tahanan atau nyeri di leher. Pada kondisi normal dagu dapat menyentuh dada
Hasil:
  • Kaku kuduk positif jika dagu tidak dapat menyentuh dada. 
  • Brudzinski positif jika bersamaan dengan pemeriksaan kaku kuduk terlihat fleksi sejenak pada tungkai bawah.
2.Brudzinsky II
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Memfleksikan salah satu kaki lurus pada sendi panggul maksimal.
Hasil:
Positif jika terlihat adanya fleksi kaki kontralateral (yang tidak mengalami parese)
3.Brudzinsky III
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Menekan kadua pipi atau infra orbita pasien dengan kedua tangan pemeriksa
Hasil:
Positif jika bersamaan dengan pemeriksaan terdapat fleksi pada kedua lengan.
4.Brudzinsky IV
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Menekan tulang pubis penderita dengan tangan pemeriksa. 
Hasil:
Positif jika bersamaan dengan pemeriksaan terlihat fleksi pada kedua tungkai bawah.
5.Kernig
Caranya:
  • Memposisikan pasien tidur terlentang dengan kedua tangan dan kaki diliruskan serta berikan bantal bila ada. 
  • Memfleksikan paha pada sendi panggul dan lutut 90 derajat. 
  • Ekstensikan tungkai bawah pada sendi lutut, normalnya dapat mencapai 135 derajat. 
Hasil: 
Positif jika ada tahanan atau nyeri dan sudut tidak mancapai 135 derajat.

Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Rabu, 19 Februari 2014

Penyuluhan Gizi Oleh Saka Bakti Husada Sri Tanjung

Dalam mewujudkan perannya, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kompetisi penyuluhan gizi bagi kalangan remaja. Kompetisi ini bertujuan untuk membangkitkan kepedulian para remaja terhadap arti penting gizi dalam lingkungannya. Sebab kita tahu, saat ini banyak sekali jajanan untuk konsumsi anak seusia remaja amatlah mencemaskan. Belum lagi kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi keluarga yang amat kurang. Diharapkan peserta dalam penyuluhan ini dapat menularkan apa yang didapatnya dari hasil penyuluhan kepada lingkungannya.

Tentu saja, sebagai wadah bagi para pemuda dan remaja, Saka Bakti Husada Sri Tanjung turut serta dalam kegiatan ini. SBH Sri Tanjung mengusung tema tentang makanan seimbang dalam penyuluhannya. Tema ini bertujuan untuk menepis anggapan bahwa makanan 4 sehat 5 sempurna adalah konsep yang tepat dalam proses pemenuhan gizi, padahal salah. Sekelumit tentang pentingnya ASI eksklusif dan garam iodium juga disampaikan dalam penyuluhan ini.

Alhasil, tema yang memang cukup fenomenal di masyarakat ini mendapat sambutan baik dari dewan juri. Dari ketiga delegasi SBH Sri Tanjung yang terpilih, masing-masing mendapat juara II, III, dan harapan II. Cukup menjadi prestasi yang membanggakan bagi SBH Sri Tanjung sendiri.


Dalam kegiatan ini, diadakan pula kegiatan minum susu gratis yang disponsori oleh salah satu merk susu rendah kalori. Donor darah juga ikut memberikan warna lain dalam kegiatan ini. Hingga kegiatan ditutup oleh sambutan dari Ketua PERSAGI Banyuwangi.

Kamis, 21 November 2013

Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-49


Untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November 2013 kemarin, anggota Saka Bakti Husada Kwaran Pesanggaran ikut serta berpartisipasi mengikuti upacara yang digelar di Halaman Kantor Pemkab Banyuwangi.
Upacara HKN ini diikuti oleh seluruh tenaga medis, mulai dari dokter, perawat, bidan, apoteker, dan seluruh anggota medis se Kabupaten Banyuwangi. Juga diikuti Wakil Bupati Yusuf Widiyatmoko. Sedangkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bertindak sebagai inspektur upacara pada HKN ini, semantara perwira upacara Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono.
Dalam sambutan Bupati Anas mengapresiasikan dan menginspirasi para tenaga kesehatan yang mendapatkan atas kinerja dan prestasinya. Dan juga membacakan sambutan Mentri Kesehatan RI, dalam memperingati HKN ke-49 dengan moto menuju Indonesia Sehat.



Dalam peringata HKN ini, diberikan penghargaan yang pertama kepada tenaga kesehatan teladan 2013, dengan kategori tenaga medis, keperawatan, dan tenaga kesehatan masyarakat. Yang kedua diberikan penghargaan kinerja puskesmas tebaik. Dan juga diberikan penghargaan kepada para pemenang lomba dokter kecil dan pemenang duta kesehatan terpilih. Dan Saka Bakti Husada kwaran pesanggaran juga mendapat penghargaan dari Bupati banyuwangi sebagai implementasi krida unggulan peringkat ke-3 se-Jatim, itu semua menjadi kebanggaan tersendiri oleh SBH Sri Tanjung.

Selasa, 22 Oktober 2013

PENEMPUHAN BADGE KRIDA

Pada hari Minggu 20/10 kemarin, Saka Bakti Husada mengadakan kegiatan penempuhan badge krida rotasi ke VII yang diselenggarakan di Kwaran Pesanggaran. Sejak pukul 08.00 kegiatan ini sudah di mulai,  di awali dengan apel pagi yang di pimpin langsung Kamabi Saka yaitu kak Muklas, serta pemakaian tanda peserta diikuti seluruh anggota Saka Bakti Husada. Acara selanjutnya interview kepada adik-adik anggota Saka Bakti Husada tentang pendapat masing-masing krida yang diminati. Sebelumnya mereka sudah diberi gambaran-gambaran tentang masing-masing krida, harapannya dalam acara pembukaan tersebut mampu memberikan prospek ke depan dalam program kerja di masing-masing krida.

Krida merupakan pembagian kelompok kecil dalam sebuah satuan karya yang di dalamnya terdapat SKK (Syarat Kecakapan Khusus) yang bisa di tempuh untuk mendapatkan TKK. Dalam kegiatan ini Terdapat dua macam sistem pengujian yang dipakai dengan pengertian dasar satuan karya yang di antaranya merupakan media pengembangan bakat dan minat peserta didik. Didalam Saka Bakti Husada terdapat enam krida yang masing-masing mempunyai SKK, yaitu Krida Bina Gizi mempunyai 5 (lima) SKK, Krida Bina Obat mempunyai 5 (lima) SKK, Krida PHBS mempunyai 5 (lima) SKK, Krida Bina Keluarga Sehat mempunyai 6 (enam) SKK, Krida Penanggulangan Penyakit mempunyai 9 (sembilan) SKK, dan Krida Bina Lingkungan Sehat mempunyai 5 (lima) SKK.

Untuk penempuhan badge krida kali ini, kegiatan uji bakat mendominasi seluruh rangkaian kegiatan. Dari masing-masing krida mempunyai pos sendiri-sendiri untuk menguji bakat dari adik-adik Saka Bakti Husada, di pos-pos tersebut adik-adik diberi tanya jawab, hal itu bertujuan  untuk mengetahu kecakapan dan pengetahuan dari adik-adik Saka Bakti Husada, sedangkan untuk uji praktiknya bertujuan untuk menguji sesuai atau tidaknya mereka dikrida yang mereka minati sesuai dengan bakat mereka masing-masing.


Pada Sesi tanya jawab masing-masing krida memberikan pertanyaan seputar krida masing-masing sesuai dengan SKK dari masing-masing krida. Pada uji praktik pertama (Krida Bina Gizi), adik-adik diberi kopi dan teh, mereka harus memilih salah satu dari menu tersebut. Apabila mereka memilih teh atau kopi mereka juga harus menjelaskan kandungan gizi yang ada didalamnya dan alasan mengapa mereka memilihnya. Pada uji praktik kedua (Krida Bina Obat), disini adik-adik diuji untuk membuat jamu tradisional dan mereka juga harus menjelaskan apa manfaat dari jamu yang mereka buat. Pada uji praktik ketiga (Krida PHBS), dipos ini adik-adik harus bisa menerapkan bagaimana cara menerapkan perilaku hidup sehat dilingkungan masyarakat sekitar, supaya tercipta lingkungan yang sehat didalam suatu masyarakat. Pada uji praktik keempat (Bina Keluarga Sehat), dipos ini adik-adik dituntut untuk bisa menjelaskan bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan cara menggosok gigi yang benar, mereka juga harus mempraktikkan menggunakan gigi palsu yang sudah disediakan. Pada uji kelima (Krida Penanggulangan Penyakit), materi ujinya tentang PPGD. Dalam uji ini adik-adik harus bisa menggunakan tensi darah dan bisa mengukur tekanan darah seseorang dengan benar dan tepat. Pada uji yang terakhir yaitu uji keenam (Bina Lingkungan Sehat) adik-adik diuji untuk menunjukkan bagaimana cara penyaringan air kotor menjadi air bersih. Menggunaka cara sederhana.


Belum selesai dari situ saja, setelah melewati berbagai ujian dan interview adik-adik menunggu untuk mendapatkan Badge Krida, mereka harus mencari badge krida didekat kamar mayat Puskesmas Pesanggaran, sesuai dengan nama yang tercantum didalam badge krida masing-masing. Setelah itu kegiatan ditutup dengan acara apel penutupan.

Hasil yang diharapkan setelah kegiatan ini supaya adik-adik memiliki pengetahuan di bidang kesehatan, mampu dan mau menyebar luaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, mampu memberikan latian tentang kesehatan kepada para pramuka di gugusdepan, dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya, dan memiliki sikap dan perilaku hidup sehat.

Minggu, 15 September 2013

Saka Bakti Husada Pesanggaran Peringkat ke-3 Se-Jatim Dalam Implementasi Krida Unggulan

Foto setelah penyerahan tanggul penghargaan oleh Kamabida
Akhirnya setelah keras keras yang sekian lamanya, SBH Sri Tanjung mampu menorehkan namanya di tingkat daerah sebagai pemegang tanggul penghargaan sebagai pangkalan terbaik ketiga dalam implementasi krida Saka Bakti Husada se-Jawa Timur. Merupakan sebuah karya nyata yang telah terwujud demi kemajuan Gerakan Pramuka khususnya di wilayah Blambangan.

Dalam apel besar hari jadi Pramuka ke-52 yang diselenggarakan di Lapangan Udara Iswahyudi, Magetan ini dipimpin langsung oleh Kamabida Jatim, Kak Soekarwo yang kini juga menjabat sebagai Gubernur Jatim. Dihadiri pula oleh Ka Kwarda Jatim, Kak Syaifullah Yusuf yang kini juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim, serta jajaran mabi dan pelatih Kwarda Jawa Timur.

Dalam apel besar ini Kak Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo, dengan santai namun menggugah semangat menyampaikan bahwa insan haruslah mampu jadi teladan di masyarakat dengan keseimbangan antara akhlak dan ilmu pengetahuan. Pramuka harus betul-betul mampu jadi wadah pembentukan karakter bagi generasi bangsa. Pramuka harus mampu motor penggerak bagi kemajuan negara.

Beberapa penghargaan Satya Melati dan Satya Kencana diberikan kepada para tokoh-tokoh Gerakan Pramuka yang memiliki andil besar dalam perkembangan kemajuan Gerakan Pramuka Kwarda Jatim. Penghargaan diberikan pula kepada pangkalan Saka Bakti Husada terbaik dalam implementasi krida. Dalam hal ini SBH Sri Tanjung mendapat peringkat ke-3 setelah Surabaya dan Jombang. Menyusul pula Probolinggo dan Trenggalek sebagai peringkat harapan 1 dan 2.

Tidak hanya kegiatan upacara saja. Demo Brigade Penolong dari Saka Wirakartika juga ikut menyemarakkan peringatan harjapra ke-52 ini. Disusul penampilan marching band dari Ponpes Jawaahirul Hikmah Tulungagung serta kegiatan donor darah. Dan akhirnya kegiatan ditutup dengan pameran pesawat tempur dari TNI AU Iswahyudi.
 
Satu hari menjadi waktu yang sangat bermakna bagi tumbuhnya semangat baru Gerakan Pramuka Indonesia. Semoga ke depan Gerakan Pramuka semakin melebarkan sayapnya sehingga mampu melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang berkarakter serta memiliki kualitas yang seimbang antara ahlak dan ilmu pengetahuan. Jayalah terus Pramuka Indonesia. Salam Pramuka!

Kamis, 22 Agustus 2013

Stand Ekspo Batisaraka Ramaikan Perayaan HUT RI ke-68

Dirgahayu hari ulang tahun Republik Indonesia ke-68. Saat inilah momen paling tepat untuk membuktikan rasa nasionalisme Gerakan Pramuka dalam menjaga keutuhan NKRI.

Seperti yang telah direncanakan pada beberapa waktu lalu, Bati Saraka (Saka Bahari, Bakti Husada, dan Wirakartika) Kwarran Pesanggaran dan Siliragung telah berencana menyelenggarakan pameran ekspo sebagai partisipasi dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah aktif sebagai tim medis di 2 Kwarran sekaligus pada tanggal 17 Agustus 2013 kemarin, kini SBH Sri Tanjung bersama dengan Saka Bahari dan Wirakartika Kwarran Pesanggaran-Siliragung menampilkan pameran yang bernuansa satuan karya. Berbagai suguhan khas satuan karya ditampilkan dalam malam pameran ekspo ini yang telah dimulai sejak tanggal 20 hingga berakhir tanggal 24 Agustus 2013. Rencananya pula, pameran ekspo yang dimulai tanggal 31 Agustus 2013 di Pesanggaran juga bakal diikuti oleh Tri Saka ini.
Tower raksasa Batisaraka di depan pintu masuk stand

Wirakartika menyuguhkan berbagai perlengkapan militernya seperti alat-alat repling, senjata api, topi rimba, serta tak ketinggalan pula pioneering dengan berbagai ikatannya. Bahari tampil berwibawa dengan perlengkapan renang, selam, serta berbagai hal dalam kelengkapan sea survival. Bakti Husada sendiri kali ini mencoba mengimplementasikan hasil materi yang telah didapat dengan mengadakan layanan cek tensi darah gratis bagi pengunjung ekspo. Tidak hanya itu, layanan gratis ini dibarengi dengan obat herbal yang dapat dibeli sesuai dengan hasil pemeriksaan tekanan darah pengunjung yang pastinya aman untuk dikonsumsi.

Selain tampilan khas dari ketiga saka, pada stand Tri Saka ini juga terdapat kedai Pramuka yang menyediakan berbagai kebutuhan perlengkapan Pramuka. Di sudut lain juga terdapat cafe Pramuka yang dapat digunakan untuk tempat nongkrong sekaligus menikmati display hiburan dan informasi. Dokumentasi kegiatan Bati Saraka juga dapat dilihat di stand Bati Saraka ini. Keseluruhan isi stand Bati Saraka ini merupakan hasil pencurahan ide dan pemikiran para anggota Tri Saka yang memang telah lama direncanakan.
Stand SBH Sri Tanjung

Perwujudan semacam ini diharapkan akan mampu memberikan stimulus bagi para insan Pramuka untuk terus mengembangkan kegiatan kepramukaannya sehingga dapat bermanfaat bagi generasi Pramuka ke depan. Selain itu, ekspo Tri Saka ini juga telah membuktikan bahwa Pramuka pun juga bisa berperan aktif bagi masyarakat luas dalam mewujudkan kegiatan yang bernilai positif serta berguna bagi kehidupan. Pramuka bukanlah kegiatan tepuk tangan dan salam saja. Jika kita mampu mengolahnya dengan baik, maka sebetulnya segala aspek kehidupan dapat kita temui dalam Pramuka. Satuan karya betul-betul dapat kita gunakan sebagai wadah pengembangan bakat dan minat.

Jika anda ingin menikmati keberagaman satuan karya ini, stand kami masih membuka pintu hingga tanggal 24 Agustus 2013 ke depan. Tower raksasa kami akan menyapa anda di depan pintu masuk stand Bati Saraka.

Tetap semangat Gerakan Pramukaku! Satuan karya siap menampung ide dan gagasanmu. 
Salam Pramuka!

Minggu, 28 Juli 2013

Indahnya Kebersamaan Tri Saka Dalam Buka Bersama

Ramadhan telah tiba. Saatnya fokus pada dasa darma pertama. Hari ini Sri Tanjung bersama Jenderal Sudirman dan Hang Tuah menyelenggarakan buka bersama dalam rangka menyambut indahnya bulan suci ini. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai perwujudan kesatuan saka yang tercakup dalam satu tunas kelapa.
 
Keakraban Bati Saraka saat buka bersama
Kak Marsudi (andalan) saat mengawali kegiatan
Sebelumnya, agenda semacam ini masih menjadi agenda terpisah tiap kali ramadhan tiba. Namun kali ini Bati Saraka (Bahari, Bakti Husada, Wirakartika) benar-benar mampu membuktikan bahwa satuan karya itu tetaplah satu. Saka berbeda dalam bidangnya, namun pengayomnya tetap satu yakni tunas kelapa. Kegiatan yang dihadiri oleh peserta dari 3 saka, mabi masing-masing saka, serta andalan ranting ini menjadi kekhidmadan tersendiri. Suatu prestasi yang telah menjadi agenda rutin dan semoga dapat terjaga hingga seterusnya.

Kegiatan yang bertema ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini tidak hanya menghasilkan satu wujud keakraban saja, namun berbagai hasil program kerja ke depan dapat dicapai pula. Ke depan, Bati Saraka hendak bersatu kembali dalam expo peringatan HUT RI yang rencananya dimulai tanggal 20 Agustus 2013. Tidak hanya fokus pada satu tempat saja, namun kedua kwarran menjadi sasaran kegiatan. Diagendakan Bati Saraka akan mengikuti dua rangkaian kegiatan expo sekaligus yakni di Kwarran Siliragung (20 – 25 Agustus 2013) dan di Kwarran Pesanggaran (27 Agustus – 2 September 2013). Total akan memakan waktu hampir 2 minggu.

Selain terbentuknya proker brilian, pertemuan hari ini juga telah mewujudkan Pamor (Paguyuban Pramuka Senior) sebagai wadah bagi Pramuka Penegak atau tingkatan yang lebih tinggi untuk tetap mampu turut aktif dalam kepramukaan meskipun bukan lagi menjadi bagian dari anggota gugus depan sekolah menegah atas dan yang sederajat. Tentunya wadah ini akan menjadi lahan yang terbuka seluas-luasnya bagi insan Pramuka khususnya di wilayah Kwarran Pesanggaran dan Siliragung untuk tetap mampu menjaga eksistensinya dalam kepramukaan yang tidak mempedulikan dari mana ia berasal setelah lulus dari sekolah menegah atas. Diharapkan dengan adanya Pamor ini kegiatan kepramukaan di wilayah Pesanggaran-Siliragung mampu menjadi Gerakan Pramuka yang berkembang, berkualitas, serta memiliki kebersamaan tak terputus.
 
 
Kakak-kakak anggota PAMOR dengan Mabisaka Bahari
 
Pramuka itu luas dalam satuan karya dan satuan karya itu satu dalam Pramuka. Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!

Makin Asik Belajar Kesehatan Dengan Kakak UBI

Suasana saat materi
Sekali lagi, hari ini Saka Bakti Husada Sri Tanjung kembali belajar kesehatan dengan kakak-kakak dari Universitas Bakti Indonesia. Kali ini giliran kakak-kakak dari keperawatan memberikan materi tentang bahaya zat adiktif dalam rokok dan pentingnya penggunaan garam beryodium. Kedua materi ini diulas ke dalam satu rumpun yang meskipun nampak paradoks namun tetap saja menjadi sesuatu menarik hingga seolah tak nampak adhesi lagi. Berikut beberapa pokok materi yang disampaikan.

Bahaya Zat Adiktif Dalam Rokok
Instruktur dari UBI

“Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”. Slogan tersebut rasanya sudah menjadi slogan wajib yang pasti kita temui ketika kita menemukan bungkus rokok. Bahkan slogan tersebut juga sering kita temui pada baliho-baliho raksasa yang hampir setiap jalanan tak ada spasi memampangkan peringatan keras di balik iklan persuasif yang ada beserta peringatan tersebut. Inilah memang fenomena kritis yang terjadi di masyarakat kita. Bukannya menjauhkan diri dari penyakit, malah sebaliknya. Bahkan perusahaan-perusahaan rokok besar semakin berjaya di Indonesia dengan kibaran benderanya sampai menggandeng investor-investor asing hanya demi menanam penyakit yang secara perlahan namun keras menggerogoti nyawa manusia Indonesia.

Cukup sudah kita lihat fenomena tersebut. Kita tahu, lebih dari 4000 zat dalam kandungan rokok yang bakal mematikan kita tak akan hinggap pada tubuh kita jika kita mampu melakukan pencegahan mulai sekarang. Pasalnya, ribuan zat adiktif tersebut bakal menimbulkan berbagai penyakit yang tidak ringan tingkatannya. Kanker, keguguran, mandul, impotensi, jantung koroner, stroke, dan sebagainya. Jika harus menuliskan keseluruhannya tentu akan memakan ruang yang tak sedikit dalam blog ini.

Maka dari itu, tentu saja sebagai insan yang ‘pintar’ hendaknya kita mampu bersikap pintar pula dengan menjauhkan diri dari tindakan bodoh yang jelas-jelas merugikan tersebut. Rokok bukanlah barang mahal. Namun hal yang ditimbulkan oleh rokoklah yang pasti menjadi barang mahal. Tidakkah paham mereka jika semakin banyak asap dalam paru-paru hanya akan menghentikan nafas kita lama-kelamaan? Dan tidakkah paham pula jika tindakan bodoh perokok itu hanya akan membunuh diri mereka sendiri? Bahkan yang lebih parahnya lagi orang-orang di sekeliling perokok. Ya, perokok pasif menjadi orang yang lebih tragis daripada perokok aktif. Sebab kontaminasi yang lebih besar dari asap yang berada di udara ditambah lagi reaksi zat yang lebih buruk terhadap endapan zat aditif sebelumnya yang ada dalam tubuh perokok makin menjadi racun yang mematikan dibandingkan dengan asap yang masuk dalam tubuh perokok aktif.

Lalu bagaimana cara mencegahnya? Kita hindari jauh-jauh saja ya insanisida tersebut. Lebih baik kita gunakan waktu kita untuk hidup yang lebih baik dan lebih sehat. Jika teman kita masih jadi si aktif, hendaklah kita peringatkan agar kita pun tak jadi si pasif. Preventif itu lebih cerdas kan?

Yodium? Apa Gunanya?

Mengapa harus yodium? Mengapa bukan mineral-mineral lain yang jelas-jelas memiliki manfaat tak kalah penting pula? Ya. Dibandingkan dengan mineral-mineral lainnya, yodium memang memiliki peranan paling penting bagi tubuh. Sebab mineral yang paling banyak terkandung dalam garam ini berfungsi sebagai penyusun kekebalan bagi tubuh. Kekurangan yodium akan menyebabkan rentannya terhadap penyakit. Kekurangan ini sendiri biasanya ditandai dengan membesarnya kelenjar tiroid yang kita sebut sebagai gondok.
Akhir kegiatan bersama kakak-kakak UBI

Pada anak-anak yodium mampu meningkatkan kecerdasan otak. Peranan yang begitu besar ini juga berlaku pada remaja dalam usia perkembangan. Yodium yang amat minim pada usia ini dapat menyebabkan rendahnya IQ, kesulitan bicara, dan sebagian juga ditandai dengan penyakit kerdil.

Lalu bagaimana cara kita mendapatkan yodium? Cukup gunakan garam yang telah memiliki label beryodium. Masak makanan dan taburkan garam beryodium pada masakan. Usahakan menaburkannya tidak dalam kondisi panas, sehingga kandungan yodium dapat tetap terjaga. Beberapa makanan laut seperti ikan tongkol (paling banyak pada bagian kepala) dan cumi-cumi juga memiliki kandungan yodium yang dibutuhkan tubuh.

Jadi, ingin sehat? Konsumsi yodiumnya ya. Salah satu solusi telah kita temukan hari ini. :)

Minggu, 14 Juli 2013

Belajar Kesehatan Reproduksi Remaja Lagi Dengan Stikes Banyuwangi

Kakak Stikes ketika kegiatan sharing
Sudah kesekian kali ini Stikes menjadi sumber materi sebagai sarana sharing bagi Saka Bakti Husada Pesanggaran. Stikes Banyuwangi merupakan salah satu sekolah tinggi kesehatan yang ada di Banyuwangi. Kali ini kakak-kakak kebidanan dari Stikes Banyuwangi kembali membawa tema kesehatan remaja dalam kegiatan Saka Bakti Husada Sri Tanjung.

Materi seperti ini memang sangat perlu bagi anggota Saka Bakti Husada Sri Tanjung dan bagi masyarakat Banyuwangi pada umunya. Sebab berbagai kasus kesehatan remaja sampai saat ini masih menjadi topik utama di masyarakat yang sampai saat ini semakin sulit diatasi. Bahkan Banyuwangi masih menduduki peringkat ke-3 penderita HIV se-Jawa Timur yang sebagian kasusnya adalah penderita usia remaja. Hal ini perlu menjadi refleksi bagi kita khususnya kaum remaja untuk senantiasa menghindari hal buruk tersebut dengan selalu menjaga kesehatan remaja dari berbagai hal yang dapat mengancam diri kita.

Minggu, 07 Juli 2013

Berkebun Sehat Dengan Kebun Toga


Jika biasanya kita sering mendengar kebun ketela, kebun kopi, kebun pisang, bagaimana dengan kebun toga? Ya, hari ini Saka Bakti Husada Sri Tanjung memulai aksi untuk menciptakan kebun sehat dengan tanaman toga sebagai isinya. Mengambil sedikit lahan kosong dari milik Pangkalan Puskesmas Pesanggaran, kebun sehat ini terbentuk dengan tampilan sederhana.

Suasana tanam toga
Meskipun demikian, berbagai jenis toga tercakup dalam satu kebun mini ini. Setidaknya ada beberapa jenis toga yang terdiri dari kunyit, lengkuas, kencur, jahe, dan beberapa tanaman lainnya tertanam dalam kebun yang dikonsep langsung oleh Dewan Saka Bakti Husada Sri Tanjung. Diharapkan dengan adanya kebun toga ini, nantinya betul-betul dapat dimanfaatkan secara efisien bagi Saka Bakti Husada sendiri. Selain itu kebun mini ini diharapkan juga mampu memberikan contoh kepada masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai kebun sehat yang selama ini masih belum menjadi kebiasaan masyarakat secara luas.

Senin, 24 Juni 2013

Bati Saraka Kembali Menggugah Semangat Masyarakat Melalui Kegiatan Baksos

Suasana saat kegiatan baksos
Setelah diam untuk beberapa saat, Bati Saraka kembali menjalankan motornya untuk menggerakkan roda masyarakat Desa Pesanggaran demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungannya. Mengacu pada agenda kerja Saka Bakti Husada Sri Tanjung, kegiatan ini sukses terlaksana pada Minggu, 23 Juni 2013 kemarin.
Dengan melibatkan Saka Bahari dan Wirakartika, Saka Bakti Husada mengajak untuk menerapkan salah satu SKK krida yang ada dalam Saka Bakti Husada yakni SKK Krida PHBS di tempat umum. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi krida PHBS yang hari Sabtu lalu juga sempat menjadi bahan presentasi implementasi krida unggulan di Murnajati, Malang. Bukan menjadi hal yang asing, sebab kegiatan implementasi krida semacam ini sudah sangat sering dilaksanakan. Hal ini karena memang kegiatan bakti masyarakat merupakan misi SBH Sri Tanjung.

Saka Bakti Husada Sri Tanjung mewakili Kwarcab Banyuwangi dalam Kegiatan Presentasi Implementasi Krida Unggulan Se-Jawa Timur

Suasana saat pembukaan acara
Sabtu, 22 Juni 2013 kemarin merupakan hari penting bagi Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran. Bagaimana tidak. Hari itu merupakan hari berkumpulnya Saka Bakti Husada dari seluruh kwartir cabang se-Jawa Timur.
Tepatnya di Murnajati, Lawang, Malang kurang lebih sebanyak 34 perwakilan Saka Bakti Husada dari 38 kwartir cabang yang menerima undangan hadir dalam satu tempat tersebut dalam rangka pembinaan serta presentasi implementasi krida unggulan Saka Bakti Husada. Tahun ini Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran mewakili Kwarcab Banyuwangi dalam perhelatan tersebut. SKK Krida PHBS di rumah tangga menjadi krida unggulan dalam presentasi implementasi krida Saka Bakti Husada yang rencananya akan menjadi event tahunan Saka Bakti Husada Kwartir Daerah tersebut.

Sabtu, 22 Juni 2013

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA


Suasana saat materi
Untuk lebih memantapkan pengetahuan adik-adik Saka Bakti Husada Kwaran Pesanggaran tentang Kesehatan, adik-adik diberikan bekal materi tentang bagaimana harus menjaga kesehatan reproduksi remaja. Dan bagaimana bahayanya apa bila kesehatan reproduksi tersebut tidak diperhatikan. Dan juga meberikan wawasan kepada mereka beberapa batas umur untuk wanita menikah dan mempunyai anak, yaitu minimal 21 tahun seorang wanita diperbolehkan menikah dan mempunyai anak.

Minggu, 09 Juni 2013

Sekilas Tentang PPGD

Suasana saat materi PPGD
Keterampilan mengenai Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) memang sangat diperlukan bagi setiap orang, terutama bagi para kader kesehatan seperti anggota Saka Bakti Husada. Maka dari itu memang diperlukan sekali bekal dan pengetahuan seputar pertolongan pertama ini demi kelancaran pada saat implementasi di lapangan.
 
Hal yang perlu diketahui bagi seorang kader kesehatan adalah mengenai sikap-sikap yang seharusnya dilakukan ketika melakukan PPGD kepada korban. Sikap utama yang harus dilakukan adalah tanggap namun tenang. Sikap ini sangat diperlukan ketika menghadapi korban jenis apapun. Segera cek keadaan fisik korban. Pengecekan fisik ini meliputi kondisi denyut jantung, nafas, serta kondisi fisik lain seperti luka dan semacamnya.
 
Pada kegiatan kali ini anggota Saka Bakti Husada diberikan beberapa bekal keterampilan PPGD yang di antaranya meliputi penanganan korban pingsan, syok, luka ringan, luka berat, dan korban tenggelam. Penanganan pada korban-korban semacam ini memerlukan beberapa teknik yang seharusnya sudah harus dikuasai oleh penolong. Di antaranya adalah resusitasi, kompresi, dan sebagainya. Mengingat tingkat kesadaran korban pun juga masih terbagi lagi menjadi 3 jenis yang meliputi sadar penuh, setengah sadar, dan tidak sadar, maka teknik-teknik penanganan pasien pun juga akan mengalami variasi sesuai dengan kondisi yang ada.

Tidak mudah memang menguasai berbagai teknik PPGD yang ada. Apalagi PPGD meliputi berbagai jenis yang masing-masing membutuhkan penanganan yang berbeda. Namun hal yang sulit bukan berarti tidak bisa kan? Jadi, tetap semangat menimba wawasan seluas-luasnya. Tumbuhkan semangat tersebut melalui satuan karya.

Sehat ada karena SBH jaya! Salam Pramuka!