Minggu, 21 Desember 2014

Serunya Belajar Penjernihan Air

Di musim penghujan seperti ini, persoalan air bersih sering kali menjadi masalah. Mulanya air memang jernih tapi lama-kelamaan menjadi keruh. Bagaimana cara mengatasinya?

Nah... kali ini Saka Bakti Husada Sritanjung akan memaparkan cara untuk mengatasi masalah air keruh agar dapat dimanfaatkan kegunaanya.

Penjernihan air menggunakan cara tradisional
Penjernihan air menggunakan cara tradisional sampai sekarang masih banyak dipergunakan selain bahan yang digunakan murah bahannyapun mudah kita temukan. Caranya hanya cukup dengan menyediakan sebuah tempat bisa terbuat dari drum bekas ataupun dibuat dari semen, selanjutnya mulai pada lapisan pertama penyaringan adalah:

Bahan:
  • 10 (sepuluh) kg arang
  • 10 (sepuluh) kg ijuk
  • pasir beton halus
  • batu kerikil
  • 2 (dua) buah kran 1 inci
  • batu dengan garis tengah 2-3 cm

Peralatan:
  • 1 (satu) buah bak penampungan
  • 1 (satu) buah drum bekas

Pembuatan:
  • Sediakan sebuah bak atau kolam dengan kedalaman 1 meter sebagai bak penampungan.
  • Buat bak penyaringan dari drum bekas. Beri kran pada ketinggian 5 cm dari dasar bak. Isi dengan ijuk, pasir, ijuk tebal, pasir halus, arang tempurung kelapa, baru kerikil, dan batu-batu dengan garis tengah 2-3 cm (lihat Gambar).

Penggunaan:
  • Air sungai atau telaga dialirkan ke dalam bak penampungan, yang sebelumnya pada pintu masuk air diberi kawat kasa untuk menyaring kotoran.
  • Setelah bak pengendapan penuh air, lubang untuk mengalirkan air dibuka ke bak penyaringan air.
  • Kemudian kran yang terletak di bawah bak dibuka, selanjutnya beberapa menit kemudian air akan ke luar. Mula-mula air agak keruh, tetapi setelah beberapa waktu berselang air akan jernih. Agar air yang keluar tetap jernih, kran harus dibuka dengan aliran yang kecil.

Pemeliharaan:
  • Ijuk dicuci bersih kemudian dipanaskan di matahari sampai kering
  • Pasir halus dicuci dengan air bersih di dalam ember, diaduk sehingga kotoran dapat dikeluarkan, kemudian dijemur sampai kering.
  • Batu kerikil diperoleh dari sisa ayakan pasir halus, kemudian dicuci bersih dan dijemur sampai kering.
  • Batu yang dibersihkan sampai bersih betul dari kotoran atau tanah yang melekat, kemudian dijemur.


Keuntungan:
  • Air keruh yang digunakan bisa berasal dari mana saja misalnya : sungai, rawa, telaga, sawah dan sumur.
  • Cara ini berguna untuk desa yang jauh dari kota dan tempatnya terpencil.

Hasil penjernihan air
Selain dari bahan dan cara-cara di atas perlu kita ketahui ternyata Biji kelor mampu menjernihkan air keruh lho..

Berdasarkan penemuan Enos Tangke Arung, MP, dosen Fahutan Unmul yang menemukan biji kelor dan menyulapnya menjadi ”serbuk ajaib” yang dapat mengubah air keruh dengan partikel tanah maupun unsur logam menjadi air bersih layak konsumsi, dan memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan.

Biji buah kelor (Moringan oleifera) mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang di dalam air.

Cara memperoleh serbuk tersebut cukup sederhana, yaitu dengan menumbuk biji buah kelor yang sudah tua hingga halus, kemudian ditaburkan ke dalam air limbah, dengan perbandingan tiga sampai lima miligram untuk satu liter air dan diaduk cepat. Dalam waktu 10 hingga 15 menit setelah pengadukan, partikel-partikel kotoran yang terdapat di dalam air akan menyatu dan mengendap, sehingga air menjadi jernih.

Serbuk biji buah kelor ternyata cukup ampuh menurunkan dan mengendapkan kandungan unsur logam berat yang cukup tinggi dalam air, sehingga air tersebut memenuhi standar baku air minum dan air bersih.

0 komentar:

Poskan Komentar