Rabu, 24 September 2014

Teknik Pertolongan Pertama Gawat Darurat

Mengingat begitu pentingnya bekal keterampilan pertolongan pertama bagi para kader kesehatan seperti SBH, maka hari ini SBH Sri Tanjung melatih pribadi para anggotanya untuk lebih jauh mengenal mengenai PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Bersama kakak-kakak perawat dari Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi sebagai instruktur, kegiatan ini mampu menggugah semangat anggota SBH untuk lebih memacu keterampilannya di bidang kesehatan.

Instruktur dari Universitas Bakti Indonesia ketika memberikan materi PPGD

Berikut materi yang disampaikan.

PPGD
Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) ialah suatu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Dengan semakin kompleksnya kehidupan kita dan lingkungannya, maka PPGD sudah menjadi satu kebutuhan yang sangat penting.


Metode Evaluasi Korban
Airway
Apakah jalan udara (pernapasan) terbuka atau terhalang? (oleh debu, air, atau darah kering).
Breating
Apakah korban bernapas? Lihat, dengar dan rasakan hembusan nafas si korban.
Circulation
Apakah ada denyut nadi? Apakah ada pendarahan luar? Periksa perubahan warna kulit si korban dan suhu tubuh sebagai indikasi adanya masalah peredaran darah.


Korban Tidak Sadar
- Hubungi 118
- Baringkan korban dan berlututlah di sebelahnya, tegak lurus dengan bahu korban.
- Periksa pernapasannya dengan Lihat - Dengar – Rasakan selama 5 – 10 detik.
- Jika korban tidak bernapas, segera lakukan pernapasan bantuan dari mulut ke mulut.
- Ketika korban bernapas lagi, miringkan dia dalam posisi pemulihan.
- Luruskan kaki korban, kemudian silangkan salah satu tangannya ke bahu, tekukkan salah satu kakinya yang terdekat dengan Anda.
- Gulirkan korban dengan mendorong bahu dan pinggul (untuk menghindari kemungkinan cedera di tulang belakang) menjauhi Anda.
- Tempatkan lengan yang dinaikkan ke atas sebagai penopang atau bantal kepalanya


Pemindahan Korban
- Berdirilah di samping korban; di sisi tubuh yang terluka. Namun, jika tangan atau bahu yang terluka, berdirilah disisi tubuh yang lain.
- Rangkulkan tangan Anda ke belakang korban dan pegang pinggulnya.
- Rangkulkan tangan korban ke pundak Anda dan sanggalah korban dengan bahu Anda.
- Pegang tangannya. Pindahkan korban perlahanlahan. Melangkah dengan kaki bagian dalam terlebih dahulu.
Catatan: Jika tidak ada tandu maka membungkuk dan berjongkoklah di kaki korban; pegang pergelangan kakinya dengan erat; seret korban perlahan-lahan menjauhi dari bahaya, Ketika Anda menyeret korban, usahakan tubuh korban tetap rata dengan tanah.


Memindahkan Korban yang Sadar
- Berdirilah di samping korban; di sisi tubuh yang terluka. Namun, jika tangan atau bahu yang terluka, berdirilah disisi tubuh yang lain.
- Rangkulkan tangan Anda ke belakang korban dan pegang pinggulnya.
- Rangkulkan tangan korban ke pundak Anda dan sanggalah korban dengan bahu Anda.
- Pegang tangannya. Pindahkan korban perlahanlahan. Melangkah dengan kaki bagian dalam terlebih dahulu.

Cara Penanganan Fraktur
- Jika memungkinkan, segera panggil dokter.
- Cegah kerusakan lebih lanjut dengan memakaikan bidai.
- Jika terjadi pendarahan tekanlah dengan keras pembuluh darah yang berdarah dengan pembalut yang bersih.
- Gunting atau lepaskanlah pakaian si korban
- Jika ada tulang yang menonjol keluar dari kulit, tutupilah dengan kain dan pakaikan sebuah bidai.
- Jika merasa ragu apakah ada fraktur atau tidak, sebaiknya ambil aman saja, pakaikanlah sebuah bidai

Pertolongan Pada Korban Pendarahan
Perdarahan adalah peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan.kerusakan ini bisa disebabkan oleh benturan fisik, sayatan, atau pecahnya pembuluh darah yang tersumbat.
Catatan : Bila perdarahan ini tidak diatasi dengan segera maka nyawa korban dapat terancam maut dengan tanda awal menjadi lemah, syok, dan akhirnya meninggal.


PENANGANAN PADA PENDARAHAN
Perlindungan terhadap infeksi :
a. Pakai APD (alat perlindungan diri) agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban
b. Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan
c. Cucilah tangan segera setelah selesai merawat
d. Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban

Pendarahan Besar:
a.  Jangan buang waktu mencari penutup muka
b.  Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan).
c.  Bila tidak berhenti maka tinggikan bagian tersebut lebih tinggi dari jantung , bila masih belum berhenti maka lakukan penekanan pada titik-titik tekan.
d.  Pertahankan dan tekan cukup kuat
e.  Pasang pembalut penekan.

Pendarahan Ringan atau Terkendali
a. Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka
b. Tekan sampai perdarahan terkendali
c. Pertahankan penutup luka dan balut
d. Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama

Pendarahan Terbuka
Tindakan penanganan korban kecelakaan
1. Tekanan Langsung pada Cedera
2. Elevasi
3. Tekanan pada titik nadi
4. Immobilisasi
5. Torniquet
6. Kompres dingin

Pendarahan Tertutup
- Memar disertai nyeri tubuh
- Pembengkakan terutama di atas alat tubuh penting
- Cedera pada bagian luar 
- Nyeri, bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak
- Nyeri bila ditekan atau kekakuan pada dinding perut, dinding perut membesar
- Muntah darah
- Buang air besar berdarah, 
- Luka tusuk khususnya pada batang tubuh
- Darah atau cairan mengalir keluar dari hidung atau telinga
- Batuk darah
- Buang air kecil bercampur darah
- Gejala dan tanda syok.

Penanganan Korban Pendarahan
1. Baringkan korban
2. Pertahanan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi
3. Berikan oksigen bila ada
4. Periksa pernafasan dan nadi secara berkala
5. Rawat sebagai syok
6. Jangan memberikan makan atau minum
7. Jangan lupa mengenai cedera atau gangguan lainnya
8. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat
Rest
Korban diistirahatkan dan dibuat senyaman mungkin
Ice
Bagian yang luka dikompres es sehingga darahnya membeku. Darah yang membeku ini lambat laun akan terdegradasi secara alami melalui sirkulasi dan metabolisme tubuh.
Commpression
Bagian yang luka dibalut dengan kuat untuk membantu mempercepat proses penutupan lubang/bagian yang rusak pada pembuluh darah
Elevation
Kaki dan tangan korban ditinggikan sehingga lebih tinggi dari jantung.

Lihat video dokumenternya di sini.

0 komentar:

Poskan Komentar