Jumat, 18 Juli 2014

Nikmatnya Buka Bersama Dengan Menu yang Sehat

Ramadhan hampir mencapai penghujung. Hampir satu bulan penuh tubuh kita menjadi pahlawan dalam memerangi berbagai kondisi yang menuntut diri kita untuk tetap segar walaupun dengan kondisi perut kosong seharian. Tentunya sangat perlu sekali untuk mengetahui bagaimana perencanaan menu yang baik agar status gizi kita tetap terjaga walaupun pemenuhannya hanya pada waktu malam hari saja. Hal inilah yang menjadi agenda kegiatan ramadhan SBH Sri Tanjung 1 minggu yang lalu.

Anggota SBH Sri Tanjung saat buka bersama
Menjelang buka bersama, anggota SBH Sri Tanjung mencoba mengulas secara singkat mengenai perencanaan menu yang baik. Dengan sampel satu porsi menu buka bersama sebagai media ulasan. Sampel ini digunakan sebagai contoh perencanaan menu 1 hari.

Pada bulan Ramadhan, perencanaan menu yang baik harus tetap memenuhi kaidah makanan seimbang sebagai pedoman. Meskipun porsi menu utama hanya dikonsumsi ketika berbuka dan sahur saja, namun tetap harus memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi sebagai sumber energi, pembangun, dan pengatur. Berikut ini adalah contoh perencanaan menu 1 hari di bulan Ramadhan.
a. Buka puasa :
1) Sebelum sholat Magrib
- Salad buah 300 gram 1 porsi.
2) Sesudah sholat Magrib
- Nasi 200 gram 1,5 gelas.
- Pecak lele 80 gram 1 potong sedang
- Tumis tempe 50 gram 3 potong
- Sayur asem 100 gram 1 mangkuk
- Lalap + sambal
- Semangka 360 gram 2 potong sedang
3) Sesudah sholat tarawih
- Roti tawar 70 gram 3 iris
- Telur dadar 25 gram 0,5 butir
4) Sahur
- Nasi 200 gram 1,5 gelas
- Semur daging 35 gram 1 potong sedang
- Tahu bumbu
- Rujak 110 gram 1 buah besar
- Tumis kangkung + taoge 100 gram 1 mangkuk
- Pisang raja 50 gram 1 buah
Perencanaan menu tersebut adalah perencanaan menu standard yang dapat dikonsumsi guna menjaga status gizi kita agar tetap dalam kondisi baik.

"Lalu bagaimana jika bahan-bahan di atas nggak ada? Kan susah cari-cari daging?"

SBH Sri Tanjung ketika mengulas tentang perencanaan menu
"Nggak usah khawatir". Kita dapat dapat menggantikannya dengan makanan-makanan nabati. Sebagai contoh protein dan lemak dari pecek lele dapat kita gantikan dengan kacang-kacangan atau buah alpukat. Lalu zat besi dan protein dari semur daging dapat kita gantikan dengan brokoli atau bayam ditambah susu kedelai. Tapi, jika memungkinkan, sesekali harus makan makanan hewani ya. Sebab kandungan kalori pada makanan hewani secara umum jauh lebih besar dibandingkan makanan nabati. Selain itu, juga terdapat beberapa zat pada makanan nabati yang tidak terdapat pada makanan hewani.

Jadi, meskipun puasa, harus tetap dipenuhi ya gizinya. Jangan jadikan puasa kalian sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan selalu beranggapan bahwa tubuh kalian lebih lemah ketika berpuasa.

Sehat ada karena SBH jaya!
Salam Pramuka!

0 komentar:

Poskan Komentar