Senin, 24 Juni 2013

Saka Bakti Husada Sri Tanjung mewakili Kwarcab Banyuwangi dalam Kegiatan Presentasi Implementasi Krida Unggulan Se-Jawa Timur

Suasana saat pembukaan acara
Sabtu, 22 Juni 2013 kemarin merupakan hari penting bagi Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran. Bagaimana tidak. Hari itu merupakan hari berkumpulnya Saka Bakti Husada dari seluruh kwartir cabang se-Jawa Timur.
Tepatnya di Murnajati, Lawang, Malang kurang lebih sebanyak 34 perwakilan Saka Bakti Husada dari 38 kwartir cabang yang menerima undangan hadir dalam satu tempat tersebut dalam rangka pembinaan serta presentasi implementasi krida unggulan Saka Bakti Husada. Tahun ini Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran mewakili Kwarcab Banyuwangi dalam perhelatan tersebut. SKK Krida PHBS di rumah tangga menjadi krida unggulan dalam presentasi implementasi krida Saka Bakti Husada yang rencananya akan menjadi event tahunan Saka Bakti Husada Kwartir Daerah tersebut.
“Kegiatan dalam satuan karya seharusnya memang harus dapat dirasakan masyarakat luas. Bukan hanya
Salah satu juri ketika memberikan motivasi
latihan dan latihan saja kegiatan setiap minggunya,” kurang lebih begitulah yang disampaikan oleh salah satu juri dalam pembukaan kegiatan tersebut. Hal ini dapat dibenarkan karena selama ini sebagian besar satuan karya bahkan gugus depan khususnya Penegak dan Pandega hanya berfokus pada kegiatan latihan saja di masing-masing pangkalannya. Padahal kita tahu bahwa janji seorang Pramuka Penegak dan Pandega salah satunya adalah ikut serta membangun masyarakat. Hal ini jelas jauh berbeda dengan Pramuka Penggalang yang berbunyi, “... mempersiapkan diri membangun masyarakat ...”.
“Jika kegiatan dalam satuan karya atau gudep Penegak Pandega hanya kegiatan latihan saja, lebih baik nggak usah ikut Pramuka Penegak. Ikut Pramuka Penggalang atau Siaga saja yang memang lebih cocok dengan hal itu,” tambah beliau. Harusnya hal ini memang menjadi bahan acuan kita sebagai Pembina khususnya bagaimana mengubah pola tersebut agar sesuai dengan perkembangan peserta didik Pramuka.
Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran, saat presentasi implementasi krida unggulan
Hal itu pulalah yang menjadi salah satu motivasi bagi para peserta presentasi implementasi krida unggulan ini pada awal pembukaan acara tersebut. Setelah lolos seleksi 10 besar dari total 34 Pangkalan Saka Bakti Husada yang terdata dalam kegiatan ini, tentu saja presentasi dari masing-masing krida unggulan Saka Bakti Husada se-Jawa Timur ini menjadi pokok kegiatan yang ditunggu-tunggu. Masing-masing menyampaikan hasil implementasi kridanya yang selama ini dilaksanakan. Penanggulangan penyakit DB, peningkatan gizi melalui jamur tiram, kesehatan reproduksi remaja, dan beberapa bahan presentasi lainnya menjadi agenda dalam acara pokok ini. Sebagian besar  dari 10 delegasi yang ada fokus pada krida penanggulangan penyakit, bina gizi, dan PHBS. Tidak ketinggalan pula Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran mengambil materi PHBS di rumah tangga dalam presentasi implementasi krida tersebut.
Mabi SBH Pesanggaran (ke-3 dari kiri) bersama mabi SBH se-Jatim
“Kami dari Pangkalan Saka Bakti Husada Sri Tanjung”, itulah yang mengawali presentasi implementasi krida dari Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran. Tidak lupa pula motto “sehat ada karena SBH jaya!” selalu dilantunkan sebagai sapaan semangat dari Pangkalan Saka Bakti Husada ujung timur Pulau Jawa ini. Tiga anggota Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran beserta Mabisaka (Kak Mukhlas, A.Md.G, S.Pd.) dan pihak Dinkes Banyuwangi (Kak Pipit) mewakili Kwarcab Banyuwangi untuk mempresentasikan implementasi krida unggulan SBH Sri Tanjung.
Tentu saja PHBS menjadi krida unggulan SBH Sri Tanjung. Bagaimana tidak. Selain komitmen Pemkab Banyuwangi akan kesadaran peningkatan kesehatan keluarga melalui Kadarzi Anak TOkCer dan HarGa PAS, wujud komitmen besar Pemkab Banyuwangi juga telah dibuktikan dengan penghargaan Adipura yang menjadi prestasi Banyuwangi sebagai salah satu kota terbersih se-Indonesia baru-baru ini. Hal ini yang menjadi salah satu stimulus SBH Sri Tanjung untuk turut serta mensukseskan harapan masyarakat Banyuwangi ini.

Sosialisasi K3, PSN di rumah tangga, UPGK dalam Posyandu menjadi beberapa implementasi yang telah terlaksana dalam perwujudan PHBS di rumah tangga ini. Namun hal ini tidak membatasi pula untuk SKK krida yang lain, sebab PHBS di sekolah pun juga telah dilaksanakan oleh SBH Sri Tanjung dan hasilnya pun juga sangat memuaskan. Kurang lebih hal itulah yang telah dipaparkan dalam presentasi implementasi krida unggulan di kota es tersebut.
Dr. Harsono (bawah, ke-5 dari kiri) foto bersama anggota Saka Bakti Husada se-Jawa Timur
Kegiatan ini juga turut menghadirkan Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Daerah Jawa Timur, Dokter Harsono. Beliau hadir dalam akhir acara dengan memberikan beberapa motivasi bagi anggota Saka Bakti Husada se-Jawa Timur untuk terus mengembangkan kegiatan sakanya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Motivasi singkat ini disambut dengan sikap antusias oleh seluruh peserta yang hadir. Lagu “Selamat Datang Kakak” mewarnai hiruk-pikuknya ruang presentasi saat itu.
Selain kegiatan presentasi implementasi krida, games kecil pun juga turut memeriahkan acara ini. Intinya keseluruhan kegiatan pada hari itu benar-benar menjadi satu motivasi tersendiri bagi seluruh anggota Saka Bakti Husada se-Jawa Timur. Kegiatan semacam ini tentu menjadi harapan untuk terus terlaksana menjadi agenda tahunan agar Saka Bakti Husada dapat terus mengembangkan sayapnya menjadi satuan karya yang membawa gerakan kesehatan bagi masyarakat.

Sehat ada karena SBH jaya!
Salam Pramuka!

0 komentar:

Poskan Komentar