Sabtu, 22 Juni 2013

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA


Suasana saat materi
Untuk lebih memantapkan pengetahuan adik-adik Saka Bakti Husada Kwaran Pesanggaran tentang Kesehatan, adik-adik diberikan bekal materi tentang bagaimana harus menjaga kesehatan reproduksi remaja. Dan bagaimana bahayanya apa bila kesehatan reproduksi tersebut tidak diperhatikan. Dan juga meberikan wawasan kepada mereka beberapa batas umur untuk wanita menikah dan mempunyai anak, yaitu minimal 21 tahun seorang wanita diperbolehkan menikah dan mempunyai anak.
Sekilas materi yang disampaikan sebagai berikut. Pada masa remaja seseorang mengalami pertumbuhan fisik yang lebih cepat dibandingkan dengan masa sebelumnya. Cori sekunder individu dewasa adalah pada pria saat tampak tumbuh kumis, jenggot, dan rambut disekitar alat kelamin dan ketiak. Suara menjadi lebih besar, dada melebar, serta kulit relatif lebih kasar. Dan pada wanita tampak rambut mulai tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, payudara dan panggul mulai membesar, dan kulit relatif lebih halus.
Sedangkan organ kelamin juga mengalami perubahan ke arah pematangan yaitu, pada pria sejak usia ini testis akan menghasilkan sperma yang tersimpan dalam skrotum. Kelenjar prostat menghasilkan cairan semen, dan penis dapat digunakan untuk berseggama dalam perkawinan. Seorang pria dapat menghasilkan puluhan sampai jutaan sperma sekali ejakulasi dan mengalami mimpi basah, dimana sperma keluar dengan sendirinya secara alamiah.
Pada wanita, kedua indung telur (ovarium) akan menghasilkan sel telur (ovum). Hormon kelamin wanita mempersiapkan uterus (rahim) untuk menerima hasil konsepsi bila ovum dibuahi oleh sperma. Sejak saat ini wamita akan mengalami ovulasi dan mentruasi. Pada masa mejelang menstruasi pertama (menarch) remaja putri sangatlah sensitif. Ovulasi adalah proses keluarnya ovum dari ovarium dan jika tidak dibuahi, maka ovum akan mati dan terjadilah mentruasi.
Perilaku seks remaja yang tidak sehat dan diluar nikah akan menimbulkan resiko atau masalah yang berkaitan dengan kehamilan yang tidak diinginkan yang meliputi, pembunuhan bayi karena faktor malu, pengguguran kandungan yang dilakukan secara tidak aman. Dan dampak kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja putri baik terhadap masalah gizi dan kesehatan reproduksi lainnya.
Dari hubungan seksual juga dapat menimbulkan masalah penyakit menular seksual seperti, siphilis, gonorheae, chlamidya, herpes, dan HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquirea Immunodeficiency Syndrome). Dan dari waktu kewaktu, mobilitas remaja indonesia yang meningkat pesat, arus informasi yang sangat kuat, dan semakin bertambahnya remaja yang berisiko ikut meningkatkan kasus penularan HIV/AIDS.
Sebagian besar dari para remaja tidak memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang tidak memadai, informasi yang benar. Dan upaya pencegahan HIV/AIDS dan infeksi seksual menular lainnya seringkali tidak tersedia bagi para remaja. Maka dari itu sebagai kader-kader kesehatan adik-adik patut diberikan informasi mengenai masalah kesehatan reproduksi, agar dapat membantu menurunkan masalah kesehatan reproduksi remaja. Dan menurunkan dampaknya secara keseluruhan.




0 komentar:

Posting Komentar