Selasa, 23 April 2013

Mengetahui Tanda-tanda Vital Fisik Manusia


Kemarin tanggal 14 April 2013, Saka Bakti Husada memberikan bekal kepada adik-adik bagaimana cara memeriksa tanda-tanda vital pada tubuh. Secara umum ada 4 macam tanda vital yang dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik yakni:
1. Suhu
2. Pernafasan
3. Denyut nadi
4. Tekanan darah
1. Suhu
Secara umum suhu tubuh normal manusia adalah antara 36,5 - 37,5 derajat Celcius. Ada 3 cara mengukur suhu tubuh manusia:
a. Secara oral (melalui mulut)
Dapat dilakukan dengan cara meletakkan termometer di bawah lidah. Tunggu sampai 5-10 menit dan lihat hasilnya.
b. Secara aksila (melalui ketiak)
Dapat dilakukan dengan cara meletakkan termometer pada ketiak kering. Jika ketiak masih basah maka perlu dikeringkan dahulu menggunakan tisu atau kain. Jangan sampai ada pembatas berupa pakaian dan semacamnya saat pengukuran. Tunggu 5-10 menit dan baca hasilnya.
c. Secara rektal (melalui dubur) 
Dapat dilakukan dengan cara memasukkan termometer melalu dubur dengan dalam kurang lebih 5 cm. Jika diperlukan, oleskan vaseline terlebih dahulu kepada dubur untuk melicinkan agar tidak timbul rasa sakit saat memasukkan termometer ke dalam dubur. Tunggu 5-10 menit dan baca hasilnya.

2. Pernafasan
Teknik mengetahui denyut nadi
Pengukuran pernafasan dapat dilakukan dengan cara inspeksi yakni dengan cara melihat gerakan diafragma pasien. Pada saat melakukan pemeriksaan pernafasan, jangan memberitahu pasien bahwa kita sedang melakukan pemeriksaan nafas terhadap pasien, sebab hal ini akan mengurangi keakuratan pengukuran dikarenakan pasien akan mengubah frekuensi nafasnya jika mereka mengetahuinya. Berikut pedoman nafas normal seorang pasien:
a) Bayi : 30 - 40 kali per menit
b) Anak : 20 - 50 kali per menit
c) Dewasa : 16 - 24 kali per menit


3. Denyut Nadi
Ada 9 titik nadi yang dapat digunakan untuk mengetahui denyut nadi seseorang yakni: 
1. arteri radialis pada pergelangan tangan 
2. arteri brachialis pada siku bagian dalam 
3. arteri karotis/apikal pada leher 
4. arteri temporalis pada pelipis 
5. arteri femoralis pada lipatan paha (selangkangan) 
6. arteri dorsalis pedis pada pergelangan kaki 
7. arteri frontalis pada ubun-ubun bayi
8. arteri poplitea pada lipatan paha belakang
9. arteri tibialis posterior pada kaki depan di bawah lutut
Cara pengukurannya adalah dengan menghitung banyaknya denyut nadi per menit. Denyut nadi normal seseorang adalah antara 60 - 100 kali per menit.

4. Tensi Darah
 
Tekanan darah adalah kekuatan yang memungkinkan darah mengalir dalam pembulu darah untuk beredar dalam seluruh tubuh. Darah berfungsi sebagai pembawa oksigen serta zat-zat lain yang dibutuhkan oleh seluruh jaringan tubuh supaya dapat hidup dan dapat melaksanakan masing-masing tugasnya.

Mengukur tekanan darah kita harus menggunakan tensimeter. Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Angka 120 menunjukan tekanan darah atas pembuluh arteri dari denyut jantung yang disebut tekanan darah sistolik, kemudian angka 80 merupakan tekanan darah bawah saat tubuh sedang beristirahat tanpa melakukan aktivitas apapun yang disebut dengan tekanan darah diastolik.
Pengukuran tensi darah

Cara mengukur tekanan darah menggunakan tensi meter adalah sebagai berikut, orang yang akan diukur  tekanan darah  berbaring, selanjutnya manset tensimeter diikat pada lengan atas, sekitar 2 jari di atas lipatan siku. Kemudian stetoskop diletakkan pada arteri brakhialis yang berada pada lipatan siku.
Sambil mendengarkan denyut nadi, tekanan di dalam tensimeter dinaikan dengan cara memompa sampai denyut nadi tidak terdengar lagi, kemudian tekanan di dalam tensimeter diturunkan pelan-pelan, pada saat denyut nadi terdengar lagi. Baca tekanan darah yang tertera pada jarum tensimeter jika menggunakan tensimeter aneroid. Sedangkan jika menggunakan tensimeter raksa, maka baca tekanan darah yang terdapat pada batas atau permukaan air raksa yang terdapat pada tensimeter. Maka tekanan inilah yang disebut tekanan sistolik.

Pada proses pengukuran, tekanan di dalam tensimeter tetap diturunkan. Suara denyut nadi akan terdengar lebih jelas sampai suatu saat suara terdengar melemah dan akhirnya melemah, kembali kita lihat tekanan dalam tensimeter, dan tekanan inilah yang kemudian disebut diastolik.

0 komentar:

Poskan Komentar