Senin, 04 Maret 2013

Belajar Teknik Keperawatan Melalui Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik pada mata
Hari ini Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran mencoba memberikan bekal kepada anggota saka melalui kegiatan pengetahuan dasar keperawatan. Materi pemeriksaan fisik pasien menjadi menu utama hari ini. Dengan instruktur oleh Kak Alvan Nurhidayat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember, kegiatan ini berlangsung interaktif. Berikut materi yang telah tersampaikan:


Macam-macam Teknik Pemeriksaan Fisik:
  1. Inspeksi
  2. Proses observasi dengan menggunakan mata. Dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda fisik yang berhubungan dengan status fisik
    Langkah kerja :     
    - Atur pencahayaan yang cukup
    - Atur suhu dan ruangan yang nyaman
    - Buka bagian tubuh yang akan diinspeksi
    - Bila perlu gunakan kaca pembesar
    - Perhatikan kesan pertama pasien yang meliputi perilaku, ekspresi, penampilan umum, pakaian, postur tubuh dan gerakan
    - Lakukan inspeksi dengan sistematis; bandingkan dengan sisi yang lain
  3. Palpasi
  4. Teknik palpasi
    Dilakukan dengan sentuhan.
    Jenis palpasi
    • Palpasi ringan; menggunakan ujung jari pada satu/dua tangan secara simultan
    • Palpasi dalam;
                                  i. Untuk mempalpasi abdomen
                                  ii. Palpasi bimanual; dengan menggunakan dua tangan.
    Ballotement: untuk mendeteksi struktur yang letaknya lebih dalam. Satu tangan tiba-tiba mendorong dan berusaha meraba struktur di bawahnya dengan tangan yg sama atau tangan yang lain. Contoh: meraba tepi hepar pada klien ascites.
    Cara kerja palpasi    
    - Pastikan daerah yang akan dipalpasi benar-benar nampak
    - Cuci tangan sampai bersih dan keringkan
    - Beritahu pasien tindakan yang akan dilakukan
    - Secara prinsip palpasi harus dilakukan semua jari
    - Untuk mendeterminasi bentuk dan struktur organ gunakan jari 2,3,4 secara bersamaan. Untuk palpasi abdomen gunakan telapak tangan dan beri tekanan dengan jari-jari secara ringan
    - Bila perlu lakukan palpasi dengan dua tangan
    - Perhatikan wajah pasien selama palpasi untuk mengetahui nyeri teka
  5. Perkusi
  6. Metode pemeriksaan dengan cara mengetuk
    Antusias instruktur ketika materi
    Tujuan  
    - Menentukan batas-batas organ atau bagian tubuh  
    - Mengetahui bentukan di bawah jaringan (udara, cairan, padat)
    Penjalaran gelombang bunyi ditentukan oleh kepadatan media yang dilalui gelombang tersebut dan jumlah antar permukaan diantara media yang berbeda kepadatannya. Derajat penyebaran bunyi disebut resonansi.
    - Bunyi pada perkusi
    • Sonor/ resonan;  bunyi pada perkusi pulmo yang berkembang normal 
    • Timpani; bunyi pada perkusi di atas gelembung udara gaster
    • Redup; bunyi perkusi pada hepar, cor
    • Pekak; bunyi perkusi pada paha
    - Teknik perkusi
    • Perkusi tidak langsung 
Dengan menggunakan satu jari sebagai pleksimeter di atas regio yang akan diperkusi dan satu jari dari tangan lain berperan sebagai pleksor 
    • Perkusi langsung
Dengan cara mengetukkan pleksor secara langsung ke regio yang akan diperkusi
    4. Auskultasi
    Suasana saat kegiatan
    Keempat teknik pemeriksaan fisik tersebut dapat digunakan untuk pemeriksaan pada mata, hidung, telinga, mulut, dan sebagainya. Hari ini kami mencoba mengimplementasikan teknik-teknik tersebut untuk pemeriksaan fisik pada bagian kepala. Keseluruhan materi yang disampaikan dapat didownload DI SINI.

0 komentar:

Poskan Komentar