Minggu, 23 September 2012

Demam

Proses penyampaian materi
Sebagai kader kesehatan, pengetahuan mengenai demam memang sudah seharusnya dikuasai oleh insan Saka Bakti Husada. Bagaimana tidak? Materi yang sesungguhnya merupakan permulaan sebelum melangkah ke SKK pada krida ini merupakan kunci pokok yang harus dipegang teguh sebagai pedoman. Hampir setiap gejala yang dipelajari pada SKK krida Saka Bakti Husada, khususnya penanggulangan penyakit selalu didahului dengan demam sebagai kode awal sebelum benar-benar mencapai pada masalah utama.


Seperti telah disebutkan di atas, demam merupakan kode awal sebelum terjadinya masalah pokok. Dalam hal ini masalah pokok yang dimaksud adalah penyakit yang bakal diderita oleh korban. Hampir seluruh penyakit selalu didahului dengan demam.


Lalu apa sebetulnya demam itu?

Demam merupakan respon tubuh sebagai reaksi adanya bibit penyakit, kuman, virus, bakteri, dan berbagai gangguan lain yang masuk dalam tubuh manusia. Beberapa sebab lain juga dapat menyebabkan demam seperti peradangan tenggorokan, peradangan telinga, dan sebagainya. Jadi demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu senjata tubuh untuk melawan penyakit.
 
Proses terjadinya demam ini sendiri diawali dari hipotalamus. Hipotalamus merupakan termostat yang berfungsi menaikkan dan menurunkan suhu tubuh manusia sesuai dengan kondisi yang sedang dialami. Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5 – 37,5 derajat Celcius. Ketika bibit penyakit, kuman, maupun bakteri masuk ke dalam tubuh manusia maka secara otomatis hipotalamus akan menaikkan suhu tubuh manusia. Kisaran suhunya tergantung dari bakteri atau kuman yang masuk dalam tubuh manusia. Mengapa 
demikian?

Mengetahui pengaruh suhu terhadap tubuh
Virus dan bakteri mampu tumbuh dengan subur pada suhu 37 derajat Celcius. Ketika mengetahui adanya hal-hal ganjil dalam tubuh manusia tersebut, maka hipotalamus akan menaikkan suhu beberapa derajat. Biasanya hingga mencapai 39 derajat Celcius. Dengan suhu yang demikian maka sudah jelas bakteri dan virus akan dengan mudahnya dikalahkan. Selai itu sel darah putih akan semakin banyak diproduksi pada suhu tubuh yang semakin tinggi. Maka tingkat sistem imun manusia juga akan meningkat dengan hal ini.

Ketika suhu tubuh manusia dalam proses peningkatan ke 39 derajat Celcius tersebut biasanya korban merasa kedinginan. Hal ini wajar. Dalam proses ini tanda-tanda lain yang meliputi demam seperti nyeri pada berbagai sendi-sendi tubuh, dehidrasi, serta pusing juga akan muncul. Namun ketika suhu telah mencapai 39 derajat Celcius, maka rasa dingin itu akan hilang. Seolah-olah korban seperti tidak merasa demam sama sekali. Sebaliknya, ketika suhu turun kembali menuju 37 derajat Celcius maka korban akan merasa gerah. Hal ini dapat dijelaskan seperti percobaan pada gambar di samping.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah menghilangkan panas tersebut. Jika memang korban merasa tidak nyaman karena suhu panas atau biasanya disertai mual dan muntah, maka suhu badan dapat diturunkan menggunakan obat penurun panas. Namun sekali lagi jangan pernah menghilangkan suhu panas tersebut. Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam menangani demam adalah sebagai berikut:
  • Minum cairan yang banyak dan istirahat, kalau bisa air dingin. Tidak perlu obat-obatan selama demam masih ringan. 
  • Jangan menggunakan selimut yang berlapis-lapis atau baju yang terlalu tebal ketika korban demam. Sebab hal ini hanya akan meningkatkan suhu badan korban yang selanjutnya hanya akan membahayakan korban. Cukup memakai pakaian tipis dan selimut satu lapis saja.
  • Seka dengan air hangat. Jangan pernah mengguyur korban atau mungkin mengompres dengan air es. Hal ini hanya akan membuat korban semakin menggigil dan akan memperburuk keadaan. Sebab pengompresan dengan air es bukan dilakukan untuk demam, melainkan pada korban heatstroke. 
  • Jika korban merasa gerah (ketika suhu mulai turun) cukup dikipasi saja atau kalau ada nyalakan AC. 
  • Tetap jaga asupan gizi korban, karena biasanya nafsu makan menurun ketika demam.

Lalu bagaimana dengan heatstroke? Apakah perlakuannya sama dengan demam?

Ditinjau dari penyebabnya saja sudah beda. Untuk demam, kenaikan suhu dipengaruhi oleh hipotalamus, sedangkan pada heatstroke kenaikan suhu bukan dipengaruhi oleh hipotalamus melainkan karena paparan lingkungan yang terlalu panas atau karena aktivitas yang terus-menerus tanpa diimbangi dengan minum.

Cara mengatasinya cukup dengan memberikan kompres es pada leher, ketiak, dan lipatan paha. Jika korban sudah sadar segera minumkan cairan.


Apakah sama cara pengobatan demam pada masing-masing tingkat usia?

Tidak. Jenis obat pada anak-anak dan dewasa tidak sama. Berikut pemilahannya:
  • Anak-anak sampai usia 3 bulan jangan dilakukan pengobatan sembarangan. 
  • Anak-anak usia 3 bulan ke atas menggunakan Paracetamol (Acetaminophen). Mulai usia 6 bulan ke atas, paracetamol dapat dikombinasikan dengan ibuprofen untuk menghentikan peradangan. 
  • Orang dewasa bisa menggunakan Paracetamol atau Aspirin. Jangan pernah menggunakan aspirin untuk menurunkan demam anak.


Selain demam normal, apakah ada demam-demam lain yang memiliki karakter khusus?

Banyak. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Phobia fever
Demam yang suhunya melebihi 42 derajat Celcius. Kasus ini jarang terjadi, sebab hipotalamus akan menghentikan kenaikan suhu tubuh ketika telah mencapai 41,1 derajat Celcius.
  • FUO (Fever of Undetermined Origin)
Demam berkepanjangan karena infeksi tertentu seperti flu, radang tenggorokan, radang telinga, diare, dan lain sebagainya.


0 komentar:

Poskan Komentar