Minggu, 22 April 2012

Penempuhan Badge Krida (Tahap II)


Kegiatan yang merupakan langkah lanjutan dari tanggal 17 April 2012 ini mencapai akhir dengan cukup memuaskan. Sedikitnya telah terbentuk 5 krida dari total 6 krida sesuai dengan rencana kerja Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran yang telah dipersiapkan matang-matang jauh-jauh hari. Keseluruhan sistem uji ini digunakan sebagai penyempurnaan akhir demi menggali dan mengetahui seluruh potensi dan minat anggota Saka Bakti Husada untuk bisa difokuskan ke dalam krida.



Kegiatan Uji Tulis
Proses uji tulis
Uji minat yang diaplikasikan dalam bentuk uji tulis menjadi momen penting penentuan akhir dari seluruh rangkaian sistem pengujian dalam rangka penempuhan badge krida ini. Hasil prosentase dari masing-masing minat yang dapat dilihat dari uji tulis ini untuk selanjutnya dikombinasikan dengan prosentase hasil uji bakat serta dengan menyesuaikan perolehan nilai tertinggi dari beberapa proses uji, maka kesimpulan akhir dapat ditentukan potensi dominan dari peserta didik sesuai dengan bidang kridanya masing-masing.
Bukan hanya pembentukan krida saja, keseluruhan proses uji ini juga digunakan untuk menentukan koordinator krida, pemimpin krida, dan wakil pemimpin krida. Sistem penentuannya yakni cukup dengan melihat peringkat dari hasil nilai uji. Peringkat pertama jelas dapat dipastikan menduduki jabatan sebagai koordinator krida. Selanjutnya ditentukan pemfokusan kepada krida masing-masing hingga batas kuota tertentu. Setelah seluruh nama tercantum pada masing-masing krida sesuai dengan kuota yang ada, maka dapat dengan mudah ditentukan pemimpin krida dan wakilnya.
Pembentukan koordinator krida, pemimpin krida, dan wakil pemimpin krida ini bukan semata-mata sebuah simbolik jabatan yang hanya digunakan sebagai syarat pemenuhan PP saja, namun sebetulnya memang sangat diperlukan ada dalam kesakaan. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab. Lingkup mereka hampir mirip dengan pembentukan pradana, ketua sangga, dan wakil ketua sangga di gudep. Hanya saja ada sedikit perbedaan dalam satuan karya. Perbedaan tersebut terletak pada masing-masing SKK yang diemban oleh setiap krida. Selain menjadi bahan acuan untuk pelaksanaan kegiatan dan agenda kerja, SKK ini mampu ditempuh untuk mendapatkan tanda kecakapan.
Secara umum tugas dan tanggung jawab dari koordinator krida, pemimpin krida, dan wakil pemimpin krida adalah sebagai berikut:
Koordinator Krida
  • Bertanggung jawab atas pengkondisian seluruh krida agar tetap utuh
  • Sebagai motor penggerak dan pengendali jalannya seluruh krida
  • Penampung aspirasi, ide, dan gagasan dari seluruh krida untuk selanjutnya disampaikan kepada dewan saka
  • Bertindak pula sebagai anggota dewan kehormatan
Pemimpin Krida
  • Bertanggung jawab atas pengkondisian kridanya agar tetap utuh
  • Sebagai motor penggerak dan pengendali jalannya program kerja krida dan masing-masing SKK yang ada di dalam krida
  • Penampung aspirasi, ide, dan gagasan dari anggota krida untuk selanjutnya disampaikan kepada koordinator krida atau secara langsung kepada dewan saka
  • Memimpin kridanya dalam menjalankan setiap kegiatan, musyawarah, dsb.
  • Bertindak pula sebagai anggota dewan kehormatan
Wakil Pemimpin Krida
  • Membantu pemimpin krida dalam menjalankan tugasnya
  • Menggantikan tugas pemimpin krida ketika pemimpin krida berhalangan
  • Ikut mendukung dalam terwujudnya kondisi krida yang aktif sesuai dengan bidang kridanya masing-masing

Materi Infeksi Menular Seksual
Materi dari instruktur
Selain agenda pokok dalam pelaksanaan uji tulis, kegiatan ini juga diselingi materi mengenai IMS (Infeksi Menular Seksual). Instruktur dari UBI (Universitas Bakti Indonesia) yang memang bergerak di bidang kesehatan memberikan beberapa wawasan mengenai bahaya IMS.
Gambaran umum mengenai IMS ini adalah merupakan penyakit menular yang ditimbulkan karena perilaku seks yang tidak sehat. Seks bebas, seks yang over, serta berganti-ganti pasangan menjadi faktor utama pemicu IMS ini. IMS ini ditandai dengan gejala-gejala yang tidak wajar diawali dari daerah kelamin pria maupun wanita. Cairan berupa lendir pekat, nanah, atau bahkan darah yang keluar dari penis maupun vagina merupakan tanda-tanda awal IMS. Selain itu IMS ditandai juga dengan adanya infeksi di sekitar kemaluan, selangkangan, paha atas, atau bahakan di bagian-bagian tubuh lain seperti leher, lipatan siku, dsb.
Suasana materi saat tanya jawab
IMS yang tidak segera ditangani mampu menyebabkan PMS (Penyakit Menular Seksual). Berbagai penyakit ini bisa disebabkan karena bakteri, virus, jamur, dan beberapa organisme lainnya. Bebrapa penyakit berbahaya yang merupakan PMS di antaranya seperti gonorrhea (kencing nanah), hepatitis, trichomoniasis, HIV, dsb.
Pemahaman seperti ini memang dirasa sangat perlu diketahui oleh semua orang terutama para remaja mengingat sangat bahayanya IMS. Bahkan donor darah dan faktor keturunan juga menjadi media penularan PMS. Tidak salah jika sekelumit materi mengenai IMS ini perlu disampaikan pula kepada adik-adik Saka Bakti Husada walau hanya merupakan kegiatan sisipan. Anda sering meminjam pisau cukur kepada teman anda? Hati-hati ya. Perlu diwaspadai!


Penyematan dan Penutup Kegiatan
Pencarian badge krida
Setelah puas mendapat bekal berupa wawasan sakral mengenai IMS, kegiatan dilanjutkan pada agenda puncak yakni penyematan bagde krida dan penutupan. Rangkaian kegiatan akhir ini didahului dengan sedikit langkah kecil sebagai kegiatan penyemangat bagi peserta didik. Pencarian badge krida menjadi penghangat suasana. Walau tidak sedetail kegiatan besar, karena memang kegiatan seperti ini lebih menantang jika dilaksanakan dalam kondisi gelap, namun antusias peserta didik cukup melengkapi langkah kecil ini.
Penyematan badge krida
Selanjutnya apel penutupan menjadi langkah akhir kegiatan ini. Beberapa kegiatan yang tercakup dalam apel singkat ini yakni penyematan badge krida, penyematan tanda jabatan koordinator krida, pemimpin krida, dan wakil pemimpin krida, serta ikrar Satya Pramuka. Rangkaian kegiatan penutupan diikuti dengan khidmad walau hanya secara sederhana. Hal yang perlu menjadi tonggak yang harus ditancapkan betul-betul dalam diri masing-masing individu. Tanggung jawab dan semangat yang tinggi akan senantiasa terpancar dengan adanya ikrar sakral Gerakan Pramuka tersebut.
Satya Pramuka
Dengan demikian, kegiatan ini telah usai mencapai akhir dari seluruh rangkaian kegiatan yang dirintis sejak tanggal 17 April 2012 lalu. Seluruhnya berjalan sesuai dengan agenda yang ada. Tercapailah harapan selama ini untuk mengembangkan satuan karya dimulai dari fokus aktif masing-masing krida. Sayonara...

Sehat ada karena SBH jaya!

0 komentar:

Poskan Komentar