Selasa, 13 Maret 2012

Bersama Krida Bina Lingkungan Sehat, Mari Menyehatkan Air Kehidupan Kita

 
Pemilihan media
Tuntas sudah kegiatan hari ini. Walaupun harus berperang melawan teriknya matahari, namun satu pelajaran sudah kami dapat usai kegiatan.

Telah usai sebuah kegiatan sesuai dengan agenda yang telah terencana dalam program kerja, yakni menerapkan sistem penjernihan air guna mendapatkan air yang bersih dan sehat. Setelah sekian lama kami hanya membayangkan sebuah teori saja dari proses penjernihan air, hari ini Minggu 11 Maret 2012 kami mencoba membuat sistem penyaringan air sederhana yang terbuat dari bahan-bahan sederhana ptla. Sistem penyaringan ini disebut pula sistem penyaringan tradisional.

Secara keseluruhan bahan-bahan yang digunakan sebagai penyusun sistem penyaringan ini berasal dari lingkungan sekitar dan mudah sekali didapat. Mulai dari media sebagai wadah, kami memilih bambu. Selain memang bisa didapat secara gratis, bambu mampu menampung bahan-bahan penyaringan dengan kuantitas yang tidak begitu banyak. Sehingga bahan-bahan pun bisa dihemat. Ya walaupun memang agak ribet buatnya karena harus melubangi masing-masing ruas bambu satu per satu. Namun selama masih ada kemampuan untuk bertindak kenapa tidak? Selain bambu yang bisa digunakan sebagai wadah biasanya adalah pipa, tong, ember, gentong, dan bak penampungan yang kira-kira memenuhi syarat dan ukuran sebagai wadah tempat media penyaringan.
Proses memasukkan media ke dalam wadah sistem penyaringan

Kini saatnya menyusun bahan-bahan sebagai media penyaringan. Banyak sekali pola-pola penyusunan sekaligus ukuran yang digunakan sebagai media penyaringan air. Hal ini disebabkan karena berbagai alasan dan tujuan yang hendak dicapai. Sebagai contoh jika kita ingin menjernihkan air yang banyak mengandung lumpur maka lapisan pasir dan ijuk digunakan harus lebih tebal dan berlapis-lapis. Berbeda lagi jika air yang disaring berbau sangat pekat maka lapisan yang harus dipertebal adalah arang.

Berdasar pada alasan tersebut, kami menggunakan pola penyusunan bahan dengan lapisan secara normal yang bisa dipakai pada sebagian besar keadaan air yang akan disaring. Secara rinci mulai dari bawah, lapisan-lapisan ini adalah sebagai berikut:
Batu besar               : 15 cm
Kerikil                     : 10 cm
Kain                        : 1 – 5 lapis
Arang batok kelapa : 15 cm
Ijuk                         : 10 cm
Pasir halus               : 50 – 100 cm
Ijuk                         : 10 cm
Kerikil                     : 10 cm
Lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah!
Susunan sistem penyaringan air

Fungsi bahan-bahan tersebut masing-masing adalah:
Kerikil                     : penyaring kotoran-kotoran kasar
Ijuk                         : penyaring kotoran-kotoran halus
Pasir halus               : pengendap kotoran-kotoran halus yang masih lolos 
                                 dari ijuk
Ijuk lapisan ke-2      : media penahan pasir halus agar tidak lolos ke lapisan 
                                 bawahnya
Arang batok kelapa : penghilang bau
Kain                        : lapisan penyaringan akhir
Kerikil                     : sebagai celah agar air dapat mengalir melalui lubah 
                                 bawah
Batu besar               : memberi celah yang lebih besar sebagai jalan 
                                 keluarnya air melalui lubang

Sistem penyaringan air sederhana ini berfungsi menjernihkan air keruh menjadi lebih bersih sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak. Untuk diminum, jangan dulu ya. Karena air tetap harus dimasak terlebih dahulu untuk mematikan kuman, virus, dan bakteri yang mungkin masih terkandung dalam air. Kecuali jika kalian bisa menerapkan sistem penyaringan air sederhana menggunakan karbon aktif yang bisa dibuat dari kayu bakau. Hasilnya bisa langsung diminum tanpa dimasak. Namun prosesnya juga lebih rumit lagi. Apalagi jika mampu mengkombinasikan lagi dengan sistem aerasi, saringan cadas, saringan kapas, dan lain sebagainya. Pasti lulus sekolah sudah bisa buat perusahaan air minum sendiri deh.:)
Proses penyaringan

Selain belajar menerapkan sistem penyaringan air sederhana, pengetahuan seputar air juga kami dapatkan. Bukan hanya penyampaian materi saja, namun beberapa praktikum sedehana untuk mengetahui keadaan air juga sempat dipaparkan. Mulai dari cara mengetahui pH air, mengetahui kesadahan air, dan lain sebagainya. Mau tau? Mari simak pemaparan berikut ini!

Umumnya air yang bersih itu memiliki ciri-ciri tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Jika air memiliki salah satu ciri saja dari ketiga ciri-ciri tersebut bisa dikatakan air itu tidak bersih. Beberapa pertanyaan dan jawaban berikut ini mungkin bisa memberikan gambaran kepada anda.

Apakah air laut itu bersih?
Jawaban: Tidak. Karena air laut berasa.
Apakah air dari berbagai minuman seperti jus dan sirup itu bersih?
Jawaban: Tidak. Karena air-air tersebut berwarna dan berasa.
Apakah air tuba/ air limbah itu bersih?
Jawaban: Tidak. Karena air tuba/ limbah berbau, berwarna, dan berasa.
Lalu air seperti apa yang bisa dikatakan bersih?
Jawaban: Air yang rasanya tawar, tidak berbau, dan jernih. Contohnya air hujan, air sumur, air sumber dari pegunungan, air tanah bawah, dan lain sebagainya.
Lho, berarti air yang tidak bersih itu belum tentu tidak sehat?
Jawaban: Ya. Sebab air yang tidak bersih seperti jus buah itu mengandung banyak vitamin yang baik bagi kesehatan.
Lalu, air yang bersih itu apa pasti sehat?
Jawaban: Belum tentu. Air bersih seperti air hujan dan air sumur pun masih mengandung bakteri yang perlu dimasak terlebih dahulu untuk membunuhnya.
Hwah, jadi tambah bingung saya. Sebetulnya bagaimana sih cara membedakan air yang bersih dan air yang sehat itu?
Jawaban: Hehe.. Kalau ini perlu pemaparan yang panjang. Silahkan simak saja pemaparan di bawah ini.


Perbedaan Air Sehat dan Air Bersih
Air sehat adalah air yag mengandung zat-zat dan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melancarkan sistem metabolisme, mencegah dari berbagai gangguan penyakit, atau sebagai peningkat kesehatan yang lain. Contoh: air mineral, air isotonik, air jus, dll.
Air bersih adalah air yang memenuhi syarat-syarat fisik tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan syarat-syarat fisik yang lain seperti:
  • pH normal (tidak asam dan tidak basa). Pengujian sederhana untuk mengetahui air asam atau basa dapat dilakukan dengan cara memasukkan potongan kunyit ke dalam air selama kurang lebih 30 menit. Jika kunyit berubah warna menjadi lebih cerah berarti air itu asam, sedangkan jika berubah menjadi biru berarti air itu basa. Contoh asam: sari jeruk (asam sitrat), cuka makanan, air aki (H2SO4), dll. Contoh basa: air sabun
  • Tidak mengandung zat-zat organik, patogen, bakteri, dan virus. Pengujian bisa dilakukan dengan cara menuangkan air ke dalam wadah bening. Jika terdapat kotoran maka bisa dipastikan air tersebut tidak bersih (mengandung zat-zat organik/ kotoran berupa lumpur, tanah, dsb.). Contoh: air kolam
  • Tidak mengandung zat-zat kimia beracun. Contoh: air limbah, air yang tercemar pestisida, air belerang, dll.
  • Tidak mengandung logam berat. Contoh: air di daerah pertambangan
  • Tidak sadah (tidak mengandung lemak). Pengujian sederhana untuk mengetahui air sadah adalah dengan memasukkan sabun cuci, detergent, atau sabun cair ke dalam air. Jika tidak berbuih/ berbusa berarti air tersebut sadah. Contoh: air kapur.
  • Tidak mengandung CO2 agresif
  • Tidak salin

Penjernihan Air Menggunakan Bahan Kimia
Uji air
Bukan hanya penjernihan dengan bahan-bahan sederhana saja yang dilakukan dalam kegiatan ini. Namun penjernihan menggunakan bahan kimia pun juga diterapkan. Bahan-bahan kimia yang kami gunakan untuk menjernihkan air ini adalah tawas, kapur gamping, dan kaporit.

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjernihkan air menggunakan bahan kimia adalah kehati-hatian. Sebab takaran yang tidak sesuai hanya akan membahayakan bagi pengkonsumsi air hasil penjernihan tersebut.

Tawas merupakan penjernih air efektif yang bisa dipakai. Fungsi tawas adalah mengendapkan kotoran-kotaran halus menjadi gumpalan yang lebih besar sehingga mudah dilakukan penyaringan. Kapur gamping memiliki fungsi yang sama. Namun prosesnya membutuhkan waktu yang lama yakni kurang lebih 24 jam. Sedangkan kaporit sendiri sebetulnya memiliki fungsi utama bukan sebagai penjernih air, melainkan sebagai pembunuh bakteri, kuman, dan virus dalam air. Kaporit ini dapat dicampurkan dengan tawas ataupun kapur gamping dengan takaran 1 sendok makan kaporit + 3 sendok makan tawas/ kapur gamping untuk volume air 1000 liter. Caranya adalah campurkan dahulu bahan-bahan tersebut ke dalam 5 liter air, aduk hingga bahan-bahan larut. Baru setelah itu campurkan ke dalam 1000 liter air yang akan dijernihkan.

Kesimpulan Akhir
Dengan demikian, segala proses kegiatan yang telah dilaksanakan mulai dari awal sampai akhir mampu memberikan bekal kepada peserta didik untuk dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu berbagai pengetahuan yang telah disampaikan mampu menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan sebagai proses pemahaman terhadap kepedulian lingkungan sekitar. Diawali dengan air yang sehat, maka seluruh proses kehidupan juga akan sehat pula, sebab air merupakan selubung lebih dari 2/3 planet Bumi kita.

Maka mari kita jaga kelestarian sumber air yang ada, mari kita jaga kelestarian lingkungan hidup kita. Salam sehat dari SBH. Sehat ada karena SBH jaya! Atamma labacco labarinna!!!

2 komentar:

  1. apakah menjernihkan air menggunakan bahan kimia aman(dapat dikonsumsi)???
    tapi, apakah menjernihkan air menggunakan bahan alami seperti kerikil,ijuk,kain,dll lebih aman daripada menggunkan bahan kimia???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyaringan air dengan bahan kimia maupun dengan bahan-bahan sederhana fungsinya hanya untuk menjernihkan Kak. Sedangkan jika ditambahkan kaporit akan dapat membunuh kuman dan bakteri. Hasilnya secara langsung hanya dapat digunakan selain untuk diminum (mandi, mencuci, dsb.). Sedangkan jika ingin digunakan untuk air minum maka tetap harus dimasak dahulu setelah penyaringan.
      Sedangkan jika menginginkan air yang dapat dikonsumsi secara langsung tanpa harus dimasak, prosesnya tidak sesederhana ini Kak. Sistem penyaringannya pun tidak sepraktis ini. Banyak tahapan yang harus dilalui seperti ozonisasi, reverse osmosis, demineralisasi, dan sebagainya. Bahannya pun tidak hanya sekedar bahan-bahan seperti yang telah disebutkan pada posting blog (beberapa bahnnya seperti pasir silika, karbon aktif, dsb.). Dan itu tidak bisa dilakukan dengan peralatan sederhana. Teknik seperti inilah yang biasanya dipakai oleh para agen air isi ulang. Jadi intinya, teknik penyaringan sederhana ini hanya digunakan untuk menjernihkan air yang awalnya berasal dari air keruh. Seperti itu fungsi utamanya. :)

      Hapus