Kamis, 24 November 2011

Seputar Kegiatan Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran

Sebagai insan Bakti Husada sudah selayaknya perwujudan atas konsep awal organisasi harus diterapkan secara nyata. Wujud penerapan ini sebagai upaya atas tujuan dan latar awal dibentuknya sebuah Satuan Karya Bakti Husada yang merupakan bagian dari organisasi nasional yakni Gerakan Pramuka Indonesia dan merupakan bagian pula dari World Organisation of Scout Movement (WOSM).

Materi ruangan
Mengacu pada pedoman awal, tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan tenaga kader pembangunan dalam bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya. Sudah jelas dari pedoman awal ini maka insan Saka Bakti Husada harus mampu menjadi teladan bagi seluruh kalangan di sekelilingnya. Anggota Pramuka, keluarga, teman, dan tidak menutup kemungkinan kepada orang asing yang bahkan sama sekali belum kita kenal. Sebab sifat Pramuka adalah universal dan terbuka, tidak terbatas pada subyek manapun.

partisipasi instruktur dalam pembinaan Saka Bakti Husada

Nah, bagaimana cara mewujudkan konsep awal tersebut? Saka Bakti Husada Kwarran Pesanggaran mencoba menggerakkan beberapa kegiatan secara nyata dengan tetap berpegang teguh pada AD/ART dan UU Pramuka (UU No. 12 th 2010) dengan berlandaskan Panduan Kesakaan pada umumnya dan Panduaan Saka Bakti Husada pada khususnya.

Tujuan pembentukan saka adalah untuk memberi wadah pendidikan bagi para pramuka pandega dan pemuda untuk:
  1. Mengembangkan bakat, minat, pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang kejuruan tertentu. 
  2. Meningkatkan motivasi melaksanakan kegiatan nyata dan produktif.
  3. Memberi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya.
  4. Memberi bekal bagi pengabdiannya pada masyarakat, bangsa dan negara guna menunjang pembangunan nasional. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan taraf kehidupan serta dinamika gerakan pramuka, serta peranannya dalam pembangunan nasional. (PP Satuan Karya Gerakan Pramuka Bab II Pt. 4)

Tim medis dalam rangka Hari Jadi Pramuka
Posko tim medis
Suasana posko
Untuk melaksanakan tujuan tersebut, dalam UU No. 12 th 2010 pasal 7 ayat 3 disebutkan:
Metode belajar interaktif dan progresif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diwujudkan melalui interaksi:
a. pengamalan kode kehormatan pramuka;
b. kegiatan belajar sambil melakukan;
c. kegiatan yang berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi;
d. kegiatan yang menantang;
e. kegiatan di alam terbuka;
f. kehadiran orang dewasa yang memberikan dorongan dan dukungan;
g. penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
h. satuan terpisah antara putra dan putri.




Beberapa poin penting dalam UU, dijelaskan dalam AD/ ART Pramuka yakni:
 
Belajar Sambil Melakukan

Pengamalan PHBS I
Pengamalan PHBS II

Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan:
  1. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktik secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda. 
  2. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul, daripada hanya menjadi penonton.


Sistem Berkelompok

Kebersamaan memecahkan masalah
  1. Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, berorganisasi, memikul tanggung jawab, mengatur diri, menempatkan diri, bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. 
  2. Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak, yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri, yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka.







Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda

Tandu PPGD
Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan:
  1. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka, sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut. 
  2. Kegiatan bersifat kreatif, inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan, dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku, menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda. 
  3. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern, manfaat, taat asas. 
  4. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya. 
  5. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok. 
  6. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda, sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan. 
  7. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin, umur dan kemampuannya, dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya.
  8. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat,   minat dan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka, serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi, masyarakat dan lingkungannya.
Kegiatan di Alam Terbuka

Materi lingkungan

Membuat laporan hasil pengamatan lingkungan
  1. Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan, keselamatan dan keamanan. 
  2. Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. 
  3. Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. 
  4. Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan, membina kerjasama dan rasa memiliki.
Dengan berpegang teguh pada keseluruhan pedoman-pedoman yang ada, maka sebenarnya tidaklah sulit mengatur dan mengorganisir sebuah Satuan Karya. Begitu pula kegiatan-kegiatan Pramuka di Gugus Depan maupun Kwartir. Kejelasan mengenai langkah apa saja yang harus dicapai sudah cukup jelas terpampang dalam lembar-lembar arsip kepramukaan.

Permainan, outbond, bakti masyarakat, sosialisasi, materi, praktik kegiatan, wawancara, dan bermacam-macam kegiatan lain yang lebih kreatif dan menantang bebas kita laksanakan asalkan tetap bersandarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar kepramukaan. Maka, para laskar Satuan Karya Bakti Husada... Sudah siapkah membawa cita-cita sehat Gerakan Pramuka Indonesia???:)
(SEHAT ADA KARENA SBH JAYA!!!)

0 komentar:

Poskan Komentar